Selasa, 21 Januari 2020

 

 

Nasional Daerah

BPBD Usulkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah

Kaslan
Rabu, 14 Agustus 2019 16:10 WIB

BPBD Usulkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah
Seorang guru menunjukkan Buku Panduan dan Bahan Pembelajaran Mitigasi Bencana Alam Berbasis Kearifan Lokal Terintegrasi dengan Kurikulum 2013 yang diluncurkan di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/7/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

SOKSINEWS.COM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara akan mengupayakan pengetahuan mitigasi bencana masuk dalam kurikulum sekolah di seluruh kabupaten/kota di Malut, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD).

"Pengetahuan mitigasi bencana perlu masuk kurikulum sekolah, karena wilayah Malut memiliki indeks kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama bencana gempa bumi, tsunami dan erupsi gunung api," kata Sekretaris BPBD Malut Ali Yau di Ternate, Rabu (14/8/2019).

Bahkan khusus untuk bencana bumi, wilayah Malut, tepatnya di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan baru saja dilanda gempa itu yang mengakibatkan sedikitnya 14 warga meninggal dunia dan merusak lebih dari 2.000 rumah warga.

Menurut dia, kalau pengetahuan mitigasi bencana masuk dalam kurikulum sekolah otomatis siswa bisa melakukan tindakan yang tepat jika terjadi bencana sehingga mereka bisa terhindar dari dampak bencana itu.

Misalnya saat siswa tengah mengikuti proses belajar di sekolah tiba-tiba terjadi gempa dengan berkekuatan besar, mereka tanpa dikomando akan langsung berlarian keluar ruangan kelas atau berlindung di bawah kolong meja, seperti yang diajarkan dalam kurikulum mengenai mitigasi bencana.

Upaya BPBD Malut memasukkan pengetahuan mitigasi bencana dalam kurikulum sekolah mendapat dukungan dari arsitek konstruksi rumah tahan gempa Universitas Khairun Ternate Mustamin Rahim, karena siswa merupakan kelompok yang sangat rawan terkena dampak saat terjadi bencana, terutama gempa.

Di Jepang yang juga rawan mengalami gempa dan tsunami, pengetahuan mitigasi bencana menjadi salah satu mata pelajaran wajib di sekolah, bahkan ditingkat taman kanak-kanak pun sudah diajarkan pengetahuan itu.

Menurut dia, hal lain yang harus menjadi perhatian untuk menghindarkan siswa dari dampak dari bencana, terutama bencana gempa adalah menerapkan konsep mitigasi bencana dalam pembangunan gedung sekolah, karena konsep itu selama ini terlihat diabaikan.

Sekolah yang dibangun dengan konsep mitigasi bencana, terutama dari segi konstruksi dan penggunaan bahan jika terjadi gempa tidak akan sampai menimbulkan korban kepada siswa, misalnya tertimpa plafon atau dinding gedung sekolah yang ambruk.

Berita Lainnya

Omnibus Law Keamanan Laut, Mahfud MD: Bertambah Jadi 24 UU

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan hasil pemetaan regulasi yang harus . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Korban Kejahatan Seksual Pejabat Buton Utara Dapat Bantuan Psikolog

SOKSINEWS.COM, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Pengamanan Laut

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menggelar rapat khusus terkait pengamanan wilayah . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

PPP Dukung Pansus Jiwasraya

SOKSINEWS.COM, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Arsul Sani yang juga Wakil Ketua MPR mengatakan partainya . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Polri: Ada 56 Pertanyaan Diajukan Penyidik Pada Novel

SOKSINEWS.COM, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020