Senin, 03 Agustus 2020

 

 

Nasional Daerah

BPBD Usulkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah

Kaslan
Rabu, 14 Agustus 2019 16:10 WIB

BPBD Usulkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah
Seorang guru menunjukkan Buku Panduan dan Bahan Pembelajaran Mitigasi Bencana Alam Berbasis Kearifan Lokal Terintegrasi dengan Kurikulum 2013 yang diluncurkan di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/7/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

SOKSINEWS.COM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara akan mengupayakan pengetahuan mitigasi bencana masuk dalam kurikulum sekolah di seluruh kabupaten/kota di Malut, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD).

"Pengetahuan mitigasi bencana perlu masuk kurikulum sekolah, karena wilayah Malut memiliki indeks kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama bencana gempa bumi, tsunami dan erupsi gunung api," kata Sekretaris BPBD Malut Ali Yau di Ternate, Rabu (14/8/2019).

Bahkan khusus untuk bencana bumi, wilayah Malut, tepatnya di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan baru saja dilanda gempa itu yang mengakibatkan sedikitnya 14 warga meninggal dunia dan merusak lebih dari 2.000 rumah warga.

Menurut dia, kalau pengetahuan mitigasi bencana masuk dalam kurikulum sekolah otomatis siswa bisa melakukan tindakan yang tepat jika terjadi bencana sehingga mereka bisa terhindar dari dampak bencana itu.

Misalnya saat siswa tengah mengikuti proses belajar di sekolah tiba-tiba terjadi gempa dengan berkekuatan besar, mereka tanpa dikomando akan langsung berlarian keluar ruangan kelas atau berlindung di bawah kolong meja, seperti yang diajarkan dalam kurikulum mengenai mitigasi bencana.

Upaya BPBD Malut memasukkan pengetahuan mitigasi bencana dalam kurikulum sekolah mendapat dukungan dari arsitek konstruksi rumah tahan gempa Universitas Khairun Ternate Mustamin Rahim, karena siswa merupakan kelompok yang sangat rawan terkena dampak saat terjadi bencana, terutama gempa.

Di Jepang yang juga rawan mengalami gempa dan tsunami, pengetahuan mitigasi bencana menjadi salah satu mata pelajaran wajib di sekolah, bahkan ditingkat taman kanak-kanak pun sudah diajarkan pengetahuan itu.

Menurut dia, hal lain yang harus menjadi perhatian untuk menghindarkan siswa dari dampak dari bencana, terutama bencana gempa adalah menerapkan konsep mitigasi bencana dalam pembangunan gedung sekolah, karena konsep itu selama ini terlihat diabaikan.

Sekolah yang dibangun dengan konsep mitigasi bencana, terutama dari segi konstruksi dan penggunaan bahan jika terjadi gempa tidak akan sampai menimbulkan korban kepada siswa, misalnya tertimpa plafon atau dinding gedung sekolah yang ambruk.

Berita Lainnya

Kader SOKSI Diminta Aktif Kampanyekan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

SOKSINEWS.COM, Dalam mendukung upaya pencegahan penularan COVID-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Wagub DKI Yakin Kehadiran SOKSI Akan Terus Membawa Manfaat bagi Masyarakat

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria hadiri tasyakuran Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Kurban Idul Adha, Bentuk Rasa Syukur SOKSI Atas Suksesnya Munas XI

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI), menggelar tasyakuran atas . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Ketum DEPINAS SOKSI Ahmadi Noor Supit Komitmen Menangkan Golkar di Pemilu 2024

SOKSINEWS.COM, Ahmadi Noor Supit terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia . . .

Nasional Rabu, 29 Juli 2020

Bupati Bogor Kecam Pemuda Yang Pukul Petugas PSBB

SOKSINEWS.COM, Bupati Bogor Ade Yasin mengecam perilaku pemuda berinisial MS (22) pengendara motor yang memukul petugas Pembatasan . . .

Nasional Minggu, 10 Mei 2020