Jumat, 21 Februari 2020

 

 

Internasional

Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Inggris Terkait Kashmir

Kaslan
Jumat, 16 Agustus 2019 09:25 WIB

Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Inggris Terkait Kashmir
Seorang perempuan Kashmir memberi makan burung merpati di sebuah jalan saat pemberlakuan pembatasan setelah pemerintah India mencabut status konstitusional khusus untuk Kashmir di Srinagar, Minggu (11/8/2019). (REUTERS/Danish Siddiqui)

SOKSINEWS.COM, Ribuan orang, banyak di antara mereka mengibarkan bendera-bendera Pakistan dan Kashmir, berunjuk rasa di luar Kantor Perwakilan India di London Kamis sebagai dukungan bagi Kashmir, kawasan Himalaya yang diperselisihkan kedua negara tersebut.

Keputusan India untuk mencabut status khusus bagi bagian Kashmir yang dikuasainya, dan juga pemutusan komunikasi dan pembatasan mengenai gerakan, menimbulkan kemarahan di Pakistan, yang memutus perdagangan dan hubungan transpor serta mengusir utusan India sebagai bentuk balasan.

Di London, para pemrotes membawa spanduk-spanduk bertuliskan "Kashmir membara", "Bebaskan Kashmir" dan "Modi: Buatlah Teh Bukan Perang", menurut seorang wartawan Reuters, Jumat (16/8/2019).

Aksi unjuk rasa juga dilakukan oleh para pendukung India. Polisi memisahkan unjuk rasa itu dari aksi demonstrasi utama.

Empat orang ditangkap karena membuat keributan, menghalangi polisi dan memiliki senjata tajam, kata polisi.

"Satu orang luka-luka dalam demonstrasi," kata mereka.

Seorang forografer Reuters melihat polisi yang membawa sebilah pisau besar dari aksi protes itu.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato Hari Kemerdekaan India pada Kamis yang menyinggung keputusannya mencabut hak-hak khusus Kashmir di antara langkah-langkah yang diambil dalam masa tugasnya yang kedua.

Banyak yang mengikuti unjuk rasa di London datang dari berbagai kota di Inggris dengan menggunakan bus-bus yang dicarter.

"Kami ingin menunjukkan solidaritas dengan saudara-saudara kami di Kashmir," ujar Amin Tahir, pensiunan dan warga keturunan Kashmir. Dia datang dari Birmigham dengan menumpang bus.

"Sejak 1947 Kashmir berjuang merdeka dari India. Sekarang Modi sudah mengubah hukum dengan paksa untuk menghentikan otonomi Kashmir," katanya.
 

Berita Lainnya

IMF: Wabah Virus Corona Ancam Pemulihan Ekonomi Global

SOKSINEWS.COM, Wabah virus corona telah mengganggu pertumbuhan ekonomi di China dan penyebaran Covid-19 ke negara-negara lain . . .

Internasional Kamis, 20 Februari 2020

Pertemuan Johnson Dan Trump Ditunda Sampai Juni

SOKSINEWS.COM, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menunda lawatannya ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Donald Trump . . .

Internasional Jumat, 14 Februari 2020

Uni Emirat Arab Komitmen Investasi USD500 Juta Bangun Afrika

SOKSINEWS.COM, Konsorsium Uni Emirat Arab untuk Afrika adalah sebuah inisiatif baru dengan komitmen investasi sebesar USD 500 . . .

Internasional Selasa, 11 Februari 2020

Dubes RRC Tuding AS Ingin Rusak Stabilitas Politik Hong Kong

SOKSINEWS.COM, Duta Besar RRC untuk Indonesia Xiao Qian mensinyalir ada keterlibatan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara . . .

Internasional Jumat, 13 Desember 2019

Drone Pengintai-Penyerbu Perlu Dilibatkan Dalam Patroli Perbatasan RI-Malaysia

SOKSINEWS.COM, Kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia ini dibuat usai Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin mengadakan . . .

Internasional Kamis, 12 Desember 2019