Jumat, 20 September 2019 -

 

 

KPK Gledah 15 Lokasi Terkait Kasus Impor Bawang Putih

Nasional  -  Minggu, 18 Agustus 2019, 12:57 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Juru Bicara, Febri Diansyah saat diwawancarai oleh media , serangkaian dengan kegiatan roadshow KPK di Bali, bertempat di Denpasar, Minggu (18/8). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2019)

SOKSINEWS.COM,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan 15 lokasi terkait Impor bawang putih dan juga berkaitan dengan kewenangan Kementrian Perdagangan dan di Kementrian Pertanian. KPK melakukan penggeledahan dengan menelusuri bukti-bukti yang ada, berupa dokumen.

"Untuk kasus pengurusan izin impor bawang putih, dari kami telah melakukan penyelidikan secara intens, sejak hari pertama setelah penetapan sebagai tersangka, jadi sekitar 15 lokasi yang kami geledah untuk menulusuri bukti-bukti yang ada, seperti dokumen terkait impor, dokumen impor ini kan terkait dengan kewengan Kementrian Perdagangan juga di Kementrian Pertanian," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Minggu (18/8/2019).

Febri menambahkan penggeledahan juga dilakukan di beberapa rumah, baik di Jakarta, Bandung, termasuk juga di Bogor, yang hasil penggeledahannya akan diklarifikasi pada saat pemeriksaan saksi.

"Yang pasti untuk detailnya ada rumah para tersangka ya, baik rumah yang ada di Jakarta maupun di Bandung, saya kira nanti akan saya pastikan lagi ke publik saat pemeriksaan saksi," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, pihak KPK telah mengumumkan enam tersangka dalam kasus pengurusan izin impor bawang putih itu. Tersangka yang berperan sebagai pemberi, yaitu tiga orang dari unsur swasta masing-masing Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Sedangkan sebagai penerima, yakni anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan I Nyoman, dan Elviyanto (ELV) dari unsur swasta.

Di antara enam tersangka tersebut, ada salah satu anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nyoman Dhamantra yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), tersangka Nyoman memiliki total harta kekayaan Rp25,189 miliar.

Harta kekayaan yang dimiliki tersangka berupa tanah dan bangunan, yang tersebar di Kota Jakarta Selatan, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Tangerang Selatan. Selain itu, juga ada lima kendaraan roda empat, barang-barang seni dan antik, beserta barang bergerak lainnya.[]

KPKFebri DiansyahImpor Bawang Putih

 

 

Baca Juga