Sabtu, 18 Januari 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Menteri Rini Minta PLN Belajar Soal Normalisasi Pasokan Listrik

Ahmad Fiqi Purba
Selasa, 20 Agustus 2019 11:11 WIB

Menteri Rini Minta PLN Belajar Soal Normalisasi Pasokan Listrik
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno. Foto: Istimewa

SOKSINEWS.COM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meminta direksi PT PLN (Persero) belajar dari negara lain soal kecepatan normalisasi pasokan listrik saat terjadi gangguan.

"Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terkena dampak pemadaman. Saya meminta direksi PLN untuk belajar dari negara lain dalam hal normalisasi pemadaman listrik. Seperti di London, blackout (gelap total) yang terjadi bisa dipulihkan paling lambat dua jam," ujar Rini dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Pemadaman listrik (blackout) yang dialami PLN bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di berbagai negara seperti Brasil, Amerika Serikat, Argentina, dan Inggris.

Namun ujar Rini, skema distribusi listrik di negara-negara tersebut menggunakan "house load system" sehingga dapat dinormalisasi kembali dalam jangka waktu dua jam.

Dengan "house load system" ini, jika ada gangguan maka listrik yang mati hanya satu desa atau satu wilayah saja maka pemulihannya akan lebih mudah.

"Untuk itu, kami akan menggunakan house hold system di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya. Saya harap kejadian gangguan listrik yang terjadi menjadi pembelajaran kami semua,” ujarnya.

Rini meminta PLN menyusun "emergency scenario" untuk mempercepat upaya normalisasi gangguan pemadaman listrik. Ia pun mendorong PLN untuk meningkatkan infrastruktur dan "system crisis center".

"Penggunaan crisis center ini nantinya akan disinergikan bersama BUMN dengan menggunakan call center bersama. PLN pun akan melakukan pengelolaan data dan informasi para pelanggan," terangnya

PLN juga diminta untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) dalam membebaskan Right of Way atau jarak bebas minimum di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Saat ini, ROW telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minumum pada SUTT, SUTET dan SUTT Arus Searah untuk Penyaluran Tenaga Listrik. “Ini yang akan menjadi concern kami bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan BUMN,” kata Rini.[]

Berita Lainnya

Sri Mulyani Sebut Devisit APBD 2019 RP353 Triliun

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari . . .

Ekonomi Selasa, 07 Januari 2020

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019