Rabu, 19 Februari 2020

 

 

Nasional Politik

Pengamat: Partai Agar Selektif Ajukan Nama Calon Menteri

Abu
Rabu, 21 Agustus 2019 16:51 WIB

Pengamat: Partai Agar Selektif Ajukan Nama Calon Menteri
Penjualan Poster Joko Widodo dan Ma'aruf Amin

SOKSINEWS.COM, Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ahmad Sabiq, mengatakan partai politik harus selektif saat mengajukan nama calon menteri untuk susunan Kabinet Kerja Jilid II Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Partai harus selektif saat mengusulkan calon menteri," katanya di Purwokerto, Rabu.

Dia menjelaskan, calon yang nantinya menduduki kursi menteri akan menjadi wajah partai di pemerintahan.

"Kalau ternyata calon tersebut nantinya memiliki kinerja yang kurang baik atau bahkan korup, maka partainya bisa ikut terseret dan jelek citranya di mata publik," katanya.

Karena itu, kata dia, partai harus menyodorkan nama calon menteri yang memiliki kinerja baik dan kompeten.

Dia juga kembali mengatakan, pemberian 'jatah' menteri kepada partai pendukung merupakan hal yang wajar asalkan tetap proporsional dan profesional.

Selain itu, kata dia, penyodoran nama calon menteri oleh partai pendukung juga merupakan hal yang wajar.

"Kalau itu parpol pendukung presiden wajar saja. Parpol dibuat dan ikut pemilu itu memang untuk mewujudkan cita-cita bersamanya melalui pemerintahan," katanya.

Yang terpenting kata dia, partai menyodorkan figur yang memang tepat untuk menduduki kursi menteri tersebut.

"Sepanjang figur yang ditawarkan memang kompeten di bidangnya ya wajar-wajar saja menyodorkan nama calon menteri," katanya.

Figur menteri yang memiliki kinerja baik dan kompeten serta berintegritas tinggi, menurut dia, akan sangat membantu presiden terpilih dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sebelumnya, dia juga mengingatkan presiden terpilih Joko Widodo untuk selektif memilih menteri di kabinet mendatang.

Dia juga mengingatkan bahwa pemilihan menteri akan lebih optimal dengan melibatkan KPK dan PPATK.

"Dengan demikian diharapkan tidak ada calon menteri yang memiliki jejak korupsi," katanya.[]

Berita Lainnya

Peserta Ujian Seleksi CASN 2020 Lewati Pemeriksaan Ketat

SOKSINEWS.COM, Peserta ujian seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2020 di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

Bupati Bogor: Jangan Ada Lagi Antrean Layanan KTP Di Disdukcapil

SOKSINEWS.COM, Bupati Bogor, Ade Yasin menginstruksikan agar tak ada lagi penumpukan antrean pelayanan kartu tanda penduduk (KTP) . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

DPRD NTT Tetap Mengawasi Pemanfaatan Dana BOS

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa mengatakan, legislatif tetap mengawasi larangan . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

Wali Kota Palu Minta Kejaksaan Bantu Awasi Proyek Pembangunan Kota

SOKSINEWS.COM, Wali Kota Palu Hidayat meminta kejaksaan setempat ikut mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan di ibukota Provinsi . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

Pelaku Pencabulan Anak Di Bawah Umur Ditangkap

SOKSINEWS.COM, Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat, menangkap Yunus (27) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Naringgul, pelaku pencabulan . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020