Jumat, 21 Februari 2020

 

 

Nasional Daerah

BPOM Kalteng Larang Jual Bajakah Sebagai Obat Kanker

Abu
Kamis, 22 Agustus 2019 16:39 WIB

BPOM Kalteng Larang Jual Bajakah Sebagai Obat Kanker
Kepala BPOM Kalteng Trikoranti Mustikawati di Palangka Raya

SOKSINEWS.COM, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya melarang penjualan Bajakah yang disebut bisa mengobati penyakit kanker yang saat ini ramai diperbincangkan publik, mengingat belum diuji secara klinis.

"Menjual Bajakah sebagai obat tradisional boleh saja tetapi yang tidak boleh ketika membelinya klaim dengan berlebihan," kata Kepala BPOM Kalteng Trikoranti Mustikawati di Palangka Raya, Kamis.

Dia mengatakan, diantara klaim penanda yang berlebihan itu seperti "mengobati penyakit kanker". Padahal hal itu belum dilakukan penelitian secara mendalam.

Dengan adanya pelabelan itu warga yang benar-benar memerlukan obat kanker akan tergiur dengan pelabelan yang mengklaim dapat mengobati penyakit tersebut.

"Ini bisa jadi bentuk pembohongan publik. Apakah yang dijual itu betul-betul berisi Bajakah, Bajakah jenis apa atau ada campuran dengan bahan lain sehingga bisa diklaim dapat menyembuhkan kanker," katanya.

Pernyataan itu diungkapkan Trikoranti saat dikonfirmasi terkait pengawasan peredaran salah satu tumbuhan di Kalimantan Tengah yang saat ini tengah menjadi perbincangan publik itu.

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu (21/8) turun langsung ke lokasi penjualan obat tradisional yang ada di Kota Palangka Raya.

Dalam kesempatan itu pihaknya menemukan banyak penjual Bajakah yang menjual produk dengan mencantumkan label klaim yang berlebihan. Selain itu juga ditemukan penjualan obat tradisional yang tidak mencantumkan label izin edar.

"Jadi para pedagang itu kita lakukan pembinaan. Kita ingatkan tidak boleh gunakan penanda yang berlebihan dan untuk segera ajukan izin edar jika ingin memproduksi dan menjual jamu atau obat tradisional itu," katanya.[]

Berita Lainnya

Rektor Unja Sosialisasikan Kampus Merdeka Dan Merdeka Belajar

SOKSINEWS.COM, Rektor Universitas Jambi Prof. Drs. H. Sutrisno menyosialisasikan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

Menlu Retno Ajak ASEAN, China Perkuat Mekasnisme Hadapi Wabah Covid-19

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya kerja sama antara negara-negara anggota ASEAN dan China . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

Presiden Ingin Peringkat EODB Indonesia Masuk 40 Besar Dunia

SOKSINEWS.COM, Presiden RI Joko Widodo menginginkan peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB) di Indonesia . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

Nelayan Mataram Tidak Melaut Karena Gelombang Tinggi

SOKSINEWS.COM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, akibat gelombang tinggi . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen

SOKSINEWS.COM, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020