Rabu, 19 Februari 2020

 

 

Ekonomi

Gaikindo Dukung Pembatasan BBM RON Rendah di Jakarta

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 23 Agustus 2019 16:00 WIB

Gaikindo Dukung Pembatasan BBM RON Rendah di Jakarta
Dokumentasi foto - Menter Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi (kiri) dan Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto (kanan) saat mengunjungi pameran otomotif di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/07/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

SOKSINEWS.COM, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merespons positif desakan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera membatasi bahan bakar minyak (BBM) RON rendah di Jakarta karena seluruh kendaraan terbaru embutuhkan BBM dengan oktan tinggi.

“Jadi buat kami, kalau Pemerintah ingin mendapatkan bahan bakar yang lebih bersih, ini sangat gembira,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Yohannes, dalam memproduksi mobil, industri otomotif patuh pada aturan yang ada, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) LHK No. 20/Setjen/Kum.1/3/2017 tanggal 10 Maret 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

“Pada saat keluar pabrik, dilakukan inspection dan kami akan complience dengan peraturan pemerintah. Itu sudah pasti, karena kalau tidak, terlalu besar risikonya buat kami. Dengan demikian, BBM yang dipergunakan juga harus sesuai dengan spesifikasi mobil. Kalau tidak, nanti susah mobil kita,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Menyinggung BBM yang memenuhi kriteria, Yohannes menegaskan BBM dengan oktan rendah, 88 atau 89, jelas tidak termasuk. Standar minimal harus memiliki oktan 91-92, sedangkan untuk BBM RON 98 itu lebih baik.

Dukungan terhadap penggunaan BBM berkualitas dengan oktan minimal 92, juga disuarakan Fajri Fadhillah, Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran Indonesian Center for Environmental Law (ICEL).

Menurut dia, transisi penggunaan BBM dari RON rendah ke RON minimal 92 memang sudah sangat mendesak, selain untuk menjaga kualitas udara, juga untuk melindungi warga dari bahaya berbagai penyakit, seperti kanker.

Dengan demikian, memang tidak ada alasan bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menunda kebijakan transisi BBM tersebut.

“Pada 2016 saja, sebanyak 58 persen penduduk Jakarta itu ada kejadian sekitar 6 juta insiden penyakit yang ada hubungan dengan udara. Beban biaya maksimal yang diakibatkan mencapai Rp21 triliun,” kata Fajri.

Dengan demikian, desakan transisi menuju BBM oktan tinggi yang ramah lingkungan sangat relevan dengan perlindungan warga, baik itu hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat mapun hak atas kesehatan bagi warga negara.

“Itu salah satu tindakan perlindungan dan memang pemerintah punya kewajiban untuk memenuhi hak warganya,” jelas Fajri.

Desakan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghentikan penjualan BBM oktan rendah, sebelumnya dilontakan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).

Menurut Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin alias Puput, pencemaran udara Jakarta akhir-akhir ini sedemikian parah dengan status tidak sehat. Jakarta juga sering menempati posisi teratas sebagai kota yang paling tercemar di dunia.

Puput menambahkan, bahwa penyumbang terbesar polusi udara Jakarta adalah kendaraan bermotor yang mana, polusi yang dikeluarkan kendaraan melalui knalpot mengandung banyak komponen pencemar udara.

Selain menyebabkan tingginya emisi gas buang kendaraan bermotor, tambahnya, BBM kualitas rendah juga berpotensi merusak mesin kendaraan, oleh karena itu sudah saatnya presiden memerintahkan menteri ESDM untuk merevisi regulasi terkait spesifikasi BBM demi peningkatan kualitas udara.

Dia mengatakan saat ini masyarakat membutuhkan BBM yang memenuhi spesifikasi bagi teknologi kendaraan berstandar Euro-4. Untuk itu, seharusnya Pemerintah sudah menghapuskan BBM RON rendah dan menggantinya dengan spesifikasi yang sesuai.

Berita Lainnya

Bulog Jual Beras OP-KPSH Stabilkan Harga Di Sulut

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) menjual beras medium Operasi Pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi . . .

Ekonomi Jumat, 14 Februari 2020

RI Perjuangkan Akses Pasar Ke Selandia Baru Saat Hadiri Somtif Ke-7

SOKSINEWS.COM, Indonesia terus berupaya membuka peningkatan akses pasar ekspor Indonesia ke Selandia Baru untuk akses pasar tenaga . . .

Ekonomi Jumat, 14 Februari 2020

Pemprov Jabar Akan Buka Kedai Kopi Di Prancis

SOKSINEWS.COM, Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil Pemprov Jabar akan membuka sebuah kedai kopi di Prancis, pembukaan . . .

Ekonomi Selasa, 11 Februari 2020

Stok Gula Di Bulog Sumsel Cukup Hingga Idul Fitri

SOKSINEWS.COM, Stok gula di gudang Bulog Sumatera Selatan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai Idul Fitri 2020, kata Wakil Pimpinan . . .

Ekonomi Selasa, 11 Februari 2020

Pelaku Pasar Yakin Virus Corona Tidak Berdampak Jangka Panjang

SOKSINEWS.COM, Pelaku pasar di Indonesia meyakini dampak virus corona tidak akan berlangsung jangka panjang bagi perekonomian . . .

Ekonomi Selasa, 11 Februari 2020