Rabu, 19 Februari 2020

 

 

Nasional Politik

Bamsoet Ingatkan Politik Uang Hanya Memberi Ruang Bagi Orang Berkantong Tebal

Kaslan
Sabtu, 24 Agustus 2019 17:34 WIB

 Bamsoet Ingatkan Politik Uang Hanya Memberi Ruang Bagi Orang Berkantong Tebal
Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Istimewa

SOKSINEWS.COM, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan soal bahaya politik uang yang mengintai bangsa Indonesia di tiap gelaran pemilu. Ia mengatakan hanya mereka yang berkantong tebal yang bisa menduduki kursi empuk kepemimpinan.

Hal ini ia sampaikan Bamsoet dalam seminar kebangsaan 'Refleksi dan Proyeksi Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2019' di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu, (24/8/2019).

Acara turut dihadiri Ketua DPP PKB Lukman Edy dan komisioner KPU Hasyim Asyari.

"Kita baru saja selesaikan agenda politik nasional yang sangat luar biasa. Ini adalah pemilu terumit, tidak saja di Indonesia tapi di dunia. Bayangkan, diselesaikan dengan baik, walau sedikit ada riak-riak tapi bisa diselesaikan," kata Bamsoet saat memberi paparan di depan hadirin mahasiswa.

Lebih lanjut Bamsoet Mengatakan, sistem pemilu di Indonesia rawan praktik politik uang. Menurutnya, praktik politik uang hanya memberikan ruang bagi orang-orang berkantong tebal untuk meraup suara.

"Kalau kita berpijak terus pada sitem ini maka jangan heran kalau parlemen setiap tingkatan DPR, akan diisi oleh orang-orang bekantong tebal, memilki ekonomi kuat, dia pejabat setempat, atau konglomerat," ucapnya.

"Kita-kita yang punya ekonomi pas-pasan akan jadi penonton mereka mereka yang punya kemampuan ekonomi yang kuat. Apa yang terjadi dengan bangsa ini jika dipimpin oleh mereka yang berkantong tebal tanpa kedepankan aspirasi?" imbuh Bamsoet.

Bamsoet pun menuturkan praktik politik uang ini berpotensi membuka pintu bagi para pemodal asing. Ia khawatir masuknya pemodal asing akan berdampak pada penentuan kebijakan ekonomi dan politik Indonesia. Namun, dia yakin politisi Indonesia masih mampu berpikir jernih dengan landasan Pancasila dan UUD 1945.

"Ancamannya kalau parpol kita dikuasai oleh para pemodal, oleh asing yang investasi ke parpol kita. saya yakin parpol masih memiliki ketebalan nilai Pancasila, UUD 45, Merah Putih. Nah, saya bicara 10-20 tahun, kalau kita biarkan gini, bukan nggak mungkin nanti orang yang masuk Indonesia, menguasai Indonesia itu akan melalui parpol," tuturnya.

"Tidak perlu kirim kapal perang, torpedo, roket, untuk rebut kuasai Indonesia. Karena sistem kita yang ada yang kita pilih yang paling berkuasa parpol. Pilar kita parpol," lanjut Bamsoet.

Selain ancaman politik uang di pemilu, Bamsoet juga menyinggung soal isu rasialisme hingga narkoba. Menurut dia, isu-isu tersebut menjadi ancaman keutuhan Indonesia.

"Ini sulit kita bendung, kecuali kita tanam dalam diri masing-masing sebagai anak bangsa yang memiliki tanggung jawab agar bangsa tidak pecah. Saya titip bangsa ini pada adik-adik sekalian karena umur saya masa transisi, yang melanjutkan, mahasiswa seperti kalian," sebut Bamsoet.
 

Berita Lainnya

Peserta Ujian Seleksi CASN 2020 Lewati Pemeriksaan Ketat

SOKSINEWS.COM, Peserta ujian seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2020 di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

Bupati Bogor: Jangan Ada Lagi Antrean Layanan KTP Di Disdukcapil

SOKSINEWS.COM, Bupati Bogor, Ade Yasin menginstruksikan agar tak ada lagi penumpukan antrean pelayanan kartu tanda penduduk (KTP) . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

DPRD NTT Tetap Mengawasi Pemanfaatan Dana BOS

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa mengatakan, legislatif tetap mengawasi larangan . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

Wali Kota Palu Minta Kejaksaan Bantu Awasi Proyek Pembangunan Kota

SOKSINEWS.COM, Wali Kota Palu Hidayat meminta kejaksaan setempat ikut mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan di ibukota Provinsi . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020

Pelaku Pencabulan Anak Di Bawah Umur Ditangkap

SOKSINEWS.COM, Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat, menangkap Yunus (27) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Naringgul, pelaku pencabulan . . .

Nasional Selasa, 18 Februari 2020