Rabu, 19 Februari 2020

 

 

Internasional

Polisi Prancis Gunakan Gas Air Mata Bubarkan Massa Anti-G7

Kaslan
Minggu, 25 Agustus 2019 11:39 WIB

  Polisi Prancis Gunakan Gas Air Mata Bubarkan Massa Anti-G7
Polisi huru-hara Prancis memindahkan pemuda dan aktivis lingkungan Prancis saat mereka memblokir sebuah jembatan ketika berdemonstrasi mendesak pemimpin dunia bertindak atas perubahan iklim di Paris, Prancis, Jumat (28/6/2019). (REUTERS/CHARLES PLATIAU)

SOKSINEWS.COM, Polisi anti huru hara Prancis pada Sabtu menggunakan meriam air dan gas air mata guna membubarkan massa antikapitalisme di Bayyonne, dekat resor Biarritz, lokasi Konferensi Tingkat Tinggi G7 selama tiga hari digelar, sebagaimana dilansir antara, Minggu (25/8/2019).

Helikopter polisi berputar-putar saat puluhan pengunjuk rasa melemparkan batu, meneriakkan slogan dan menyalahgunakan barisan polisi di pusat kota bersejarah Basque.

Massa meneriakkan "Semua orang benci polisi" dan "Anti, anti, antikapitalisme" selama aksi di perbatasan antara Prancis dan Spanyol, yang berubah menjadi lebih brutal.

Terombang-ambing oleh aksi protes antipemerintah sepanjang tahun ini, Prancis mengerahkan lebih dari 13.000 polisi guna memastikan massa tidak mendekati Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin lainnya.

Ribuan aktivis antiglobalisasi, separatis Basque, dan pengunjuk rasa "rompi kuning" berjalan kaki dari Kota Prancis Hendaye menuju Kota Irun di Spanyol, dengan membentangkan spanduk yang menyeru aksi iklim, hak-hak gay dan contoh ekonomi yang lebih adil.

"Para pemimpin kapitalis utama ada di sini dan kami harus menunjukkan kepada mereka bahwa pertarungan berlanjut," kata Alain Missana, 48, partisipan yang mengenakan rompi kuning - simbol aksi antipemerintah yang digelar di Prancis selama beberapa bulan.

"Lebih banyak uang bagi yang kaya dan yang miskin tak memiliki apa-apa. Kami melihat hutan Amazon terbakar dan Artik mencair. Para pemimpin akan mendengar kita," kata dia.

Empat personel polisi mengalami luka ringan pada Jumat setelah massa menembakkan mortil rakitan di dekat aksi protes anti-G7 di Hendaye. Polisi menangkap 17 orang lantaran menutupi wajah mereka.

Berita Lainnya

Pertemuan Johnson Dan Trump Ditunda Sampai Juni

SOKSINEWS.COM, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menunda lawatannya ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Donald Trump . . .

Internasional Jumat, 14 Februari 2020

Uni Emirat Arab Komitmen Investasi USD500 Juta Bangun Afrika

SOKSINEWS.COM, Konsorsium Uni Emirat Arab untuk Afrika adalah sebuah inisiatif baru dengan komitmen investasi sebesar USD 500 . . .

Internasional Selasa, 11 Februari 2020

Dubes RRC Tuding AS Ingin Rusak Stabilitas Politik Hong Kong

SOKSINEWS.COM, Duta Besar RRC untuk Indonesia Xiao Qian mensinyalir ada keterlibatan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara . . .

Internasional Jumat, 13 Desember 2019

Drone Pengintai-Penyerbu Perlu Dilibatkan Dalam Patroli Perbatasan RI-Malaysia

SOKSINEWS.COM, Kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia ini dibuat usai Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin mengadakan . . .

Internasional Kamis, 12 Desember 2019

Mendag: Perjanjian Kemitraan Indonesia-Korsel Tingkatkan Ekspor Dan Investasi

SOKSINEWS.COM, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang memimpin delegasi misi dagang Indonesia menyampaikan saat ini adalah waktu . . .

Internasional Kamis, 28 November 2019