Kamis, 14 November 2019

 

 

Nasional Hukum

Polisi: Terduga Teroris di Jatim Terkait Erat dengan Rencana Bom Surabaya

Ahmad Fiqi Purba
Senin, 26 Agustus 2019 16:26 WIB

Polisi: Terduga Teroris di Jatim Terkait Erat dengan Rencana Bom Surabaya
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kanan) menerangkan gambar barang bukti yang disita penyidik dalam penangkapan sejumlah terduga teroris di Jawa Timur. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

SOKSINEWS.COM, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa para terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di sejumlah daerah di Jawa Timur, pada pekan lalu, mengetahui rencana peristiwa Bom Surabaya.

"Mereka terkait erat dengan peristiwa Bom Surabaya, minimal mengetahui proses rencana Bom Surabaya," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Awalnya terduga teroris HS alias Hanafi alias Abu Zufar (39 tahun) ditangkap di Sampang, Jawa Timur pada Kamis (22/8). Dalam jaringan terorisme, HS berperan sebagai amir atau pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Madura.

Diketahui pada 2014, HS pernah mengikuti daurah atau pelatihan di Sengkaling, Malang bersama Abu Umar, Sutrisno, Nurkholis yang dimentori oleh Abu Gar secara jarak jauh.

Di hari yang sama, Densus menangkap BLH alias Salman (31 tahun) di Lamongan, Jatim. BLH perannya sebagai amir JAD Lamongan.

"Keduanya (HS dan BLH) pada 12 Mei 2018 ikut dalam pertemuan amir wilayah Jatim yang digelar di Islamic Center Balung Bendo, Sidoarjo, sehari sebelum terjadinya Bom Surabaya," katanya.

Selain itu, pada 2015, BLH alias Salman diketahui pernah mengikuti idad di Gunung Panderman, Malang bersama Romly dan Abu Gar.

Pada Jumat (23/8), Densus menangkap KJW (48 tahun) di Blitar, Jatim. KJW merupakan anggota JAD Blitar. Ia diduga mengetahui pembelian senjata yang dilakukan oleh anggota JAD yang sudah ditangkap, Anang Rustianto.

Di lokasi yang berbeda di Blitar, Densus juga menangkap Su dan IPS alias Aslan.

Su merupakan anggota kelompok JAD Blitar. Su tercatat pernah mengikuti idad di Gunung Panderman Batu, Malang pada tahun 2015. Kemudian pada 2017, ia mengikuti idad di Pantai Lodoyo Blitar. Selain itu Su juga mengetahui keberadaaan pistol jenis FN milik Anang Rustianto.

Sementara IPS alias Aslan yang merupakan anggota JAD Blitar diketahui terlibat merencanakan aksi teror dengan target Pos Polisi Karanglo Malang, Jatim menggunakan senjata milik Anang.

Pada Sabtu (24/8), Densus menciduk YT alias Nukud (41 tahun) di Toko Emas Dewi Sri Barat, Kabupaten Magetan, Jatim.

YT ditangkap lantaran melakukan pencurian dengan kekerasan di toko emas tersebut. Dari toko tersebut YT menggasak uang Rp10 juta, tiga gelang emas dan lima cincin emas.

"Pelaku (YT) mengaku sebagai simpatisan ISIS. YT menyebut bila berhasil melakukan pencurian tersebut, dananya akan disetor untuk hijrah ke Suriah," katanya.[]

Berita Lainnya

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Dharma Wanita Lebih Kreatif

SOKSINEWS.COM, Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Hermanus Man mendorong para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Polres Buleleng Tingkatkan Pemeriksaan Tamu Mako Pasca-Bom Medan

SOKSINEWS.COM, Jajaran Polres Buleleng meningkatkan pemeriksaan tamu yang mendatangi markas komando kepolisian pascaledakan bom . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Kemenag Lebak Tingkatkan Kompetensi Kepala Sekolah Melalui Bintek

SOKSINEWS.COM, Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan kompetensi kepala sekolah melalui pelatihan bimbingan teknis . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Gubernur Sebut Wisatawan Tak Berduit Dilarang Ke NTT

SOKSINEWS.COM, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat mengatakan bahwa wisatawan yang tak berduit atau bukan termasuk . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

DPR Tinjau Seleksi Calon Hakim Agung

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus mengapresiasi kunjungan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin yang meninjau . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019