Jumat, 22 November 2019

 

 

Ekonomi Infrastruktur

Rini Soemarno Tidak Permasalahkan Penambahan Exit Tol JTTS di OKI

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 28 Agustus 2019 10:36 WIB

Rini Soemarno Tidak Permasalahkan Penambahan Exit Tol JTTS di OKI
Menteri BUMN Rini Soermano menjawab pertanyaan wartawan di gerbang tol Kayuagung-Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (27/8) malam, pada kegiatan Susur Tol dari Bakauheni-Palembang sejauh 365 km. (Antara News Sumsel/Nova Wahyudi/19)

SOKSINEWS.COM, Menteri BUMN Rini Soemarno tidak mempersoalkan usulan penambahan exit tol di Jalan Tol Trans Sumatera untuk ruas di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Rabu (28/8/2019)., Rini mengatakan sangat memahami keinginan dari pemerintah kabupaten setempat yang berharap exit tol tersebut dapat terhubung ke sentra ekonomi lokal.

“Karena untuk kepentingan masyarakat, tentu kami dukung teknisnya nanti di Kemen PUPR karena mereka yang punya wewenang. Ini juga sudah jadi pembahasan,” kata Rini yang dijumpai di gerbang tol Kayuagung-Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (27/8) malam, pada kegiatan Susur Tol dari Bakauheni-Palembang sejauh 365 km.

Meskipun pengerjaan tol ditarget selesai pada September nanti, Rini memastikan penambahan pintu tol tetap bisa dilaksanakan.

“Ada beberapa pekerjaan yang tetap dilaksanakan meski tol operasional seperti over pass maupun penambahan pintu tol,” kata dia.

Rini yang melakukan kegiatan Susur Tol JTSS bersama sejumlah direksi BUMN untuk memastikan ruas Jalan Tol Trans Sumatera, Bakauheni (Lampung)-Palembang (Sumatera Selatan) sejauh 365 kilometer dapat selesai sesuai target pada akhir September 2019.

“Jika sesuai dengan target maka Presiden Joko Widodo akan susur sendiri tol ini dari Lampung ke Palembang," kata Rini.

Rini juga berujar pembangunan jalan Tol Trans Sumatera (JJTS) memerlukan perlakuan khusus mengingat area yang dilintasi merupakan vegetasi rawa.

"Saya ikuti pembangunan tol ini dari awal. Saya tahu kendala-kendalanya. Arealnya rawa-rawa sehingga memakan waktu," ujar dia.

PT Hutama Karya (Persero), selaku pelaksana pembangunan jalan tol optimistia target yang ditetapkan Kementerian BUMN itu bakal tercapai.

"Mudah-mudahan cepat diresmikan sehingga angkutan logistik bisa lebih cepat dan berbiaya murah agar perekonomian jauh lebih baik," kata Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo yang turut serta pada kegiatan tersebut.

Sementara, SVP Division VII PT Waskita Karya (Persero), Heri Supriyadi memastikan kesiapan ruas tol Terbangi besar-Pematang Panggang- Kayuagung.

“Kami laporkan kepada Ibu menteri ruas PP-KA untuk main road sudah 100 persen PR kami tinggal ada 2 over pass yang akan selesai akhir Agustus ditambah 7 rest area yang selesai bertahap,” ujar Heri.

Untuk progres tol Kayuagung-Palembang sepanjang 33,5 km, menurut Heri, sudah mencapai 93 persen karen dari total panjang tersebut menyisakan 7,9 km yang belum aspal. “Akhir Agustus kami target selesai dan biring road selesai di akhir September,” kata Heri.[]

Berita Lainnya

OJK Kalbar Minta Masyarakat Waspada Modus Swafoto Dengan KTP

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Mochamad Riezky F Purnomo meminta masyarakat waspada terhadap kegiatan . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

OJK Bertekad Tingkatkan Kontribusi Bagi Perekonomian

SOKSINEWS.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-8 dengan tekad meningkatkan kontribusi bagi perekonomian . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

OJK: Indeks Literasi Keuangan Di Sulsel Meningkat

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Region 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Zulmi melansir bahwa dari hasil survei . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

62.345 Keluarga Terima Bantuan Pangan Non-Tunai Di Boyolali

SOKSINEWS.COM, Sebanyak 62.345 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali menerima bantuan . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

Kemendag Sebut Harga Kebutuhan Pokok Di Kupang Stabil

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perdagangan menilai harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur secara umum . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019