Senin, 21 Oktober 2019 -

 

 

Kominfo Minta Platform Digital Awasi Konten Radikal

Hiburan  -  Rabu, 28 Agustus 2019, 14:37 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat memberikan sambutan usai penandatanganan nota kesepahamanan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme di Jakarta, Rabu. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

SOKSINEWS.COM, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meminta platform digital turut bertanggung jawab atas konten yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme yang menyebar di dunia maya.

"Platform harus ikut tanggung jawab," kata Menkominfo Rudiantara saat penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Kementerian meminta platform digital seperti Facebook dan Twitter untuk mengaktifkan kecerdasan buatan (artificial intelligent) dan machine learning untuk mendeteksi konten-konten negatif yang beredar di masing-masing platform.

"Mereka harus tanggung jawab kalau ada penyebaran konten radikalisme dan terorisme," kata Rudiantara.

Sebelumnya, Kominfo telah menandatangani nota kesepahaman, memorandum of action (MOU), dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk bersama memberantas terorisme dan radikalisme.

Rudiantara menjelaskan selama ini Kominfo sudah bersinergi dengan BNPT untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme di Indonesia meski pun bukan dalam bentuk yang formal. Kesepahaman ini, seperti dikatakan Rudiantara, akan meningkatkan kerja sama antara Kominfo dengan BNPT untuk terorisme.

"Kita akan terus, diminta atau tidak diminta, mengatasi isu terorisme dan radikalisme," kata Rudiantara.[]

BNPTKemkominfoRadikalisme

 

 

Baca Juga