Senin, 21 Oktober 2019 -

 

 

Petani Garut Keluhkan Serangan Hama Ulat Serang Tanaman Padi Masuki Masa Panen

Ekonomi  -  Jumat, 06 September 2019, 14:04 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Seorang petani Endi Ruswandi menunjukan hama ulat yang dikumpulkannya di areal tanaman padi Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (6/09/2019) (Feri Purnama)

SOKSINEWS.COM, Sejumlah petani di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengelukan serangan hama ulat yang merusak tanaman padi menjelang masa panen.

Seorang petani, Endi Ruswandi (73) mengatakan akibat serangan hama tersebut para petani mengalami kerugian materi karena hasil panen tidak maksimal.

"Sawah di daerah sini diserang hama ulat secara tiba-tiba, tidak diawali tanda-tanda," kata Endi Ruswandi di Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jumat (6/9/19).

Endi menuturkan lahan tanaman padi yang ada dalam satu blok di Kampung Panawuan seluas 40 hektare semuanya diserang hama ulat sejak beberapa hari lalu.

Serangan hama ulat itu, kata dia, tidak memakan atau merusak bulir padi, melainkan memotong dahan padi, kemudian bulir padinya jatuh ke tanah dan dibiarkan.


"Jadi tidak makan padinya, cuma merusak dahannya saja akibatnya padi yang diserang hama tidak bisa panen," katanya.

Ia mengungkapkan, serangan hama ulat tersebut menyebabkan produksi padi menurun drastis dari biasanya panen lebih dari 1 ton, saat ini hanya 7 kuintal gabah dari luas tanam 200 tumbak.

"Sekarang hasil panen turun drastis akibat serangan hama ulat," katanya.

Ia mengungkapkan, serangan hama tersebut baru terjadi di areal tanaman padi di Kampung Panawuan, sebelumnya sering diserang hama tikus yang merusak bulir padi.

Namun serangan hama tikus itu, kata dia, tidak menimbulkan dampak yang parah, sedangkan hama ulat menyebabkan tanaman gagal panen dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.

"Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, terpaksa harus panen lebih awal sebelum hama ulat menyerang padi," katanya.[]


 

PetaniGarutJawa Barat

 

 

Baca Juga