Kamis, 19 September 2019 -

 

 

BMKG Pantau 7 Titik Api di Kepri

Nasional  -  Rabu, 11 September 2019, 14:56 WIB
Penulis. Abu

Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) memantau 7 titik api kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Provinsi Kepulauan Riau.

SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) memantau 7 titik api kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu, (11/09/19).

"Saat ini terdapat 7 'hotspot' yang terpantau di Kundur, Kabupaten Karimun dan Singkep Kabupaten Lingga," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman.

Dari 7 titik api di Kepri, 6 diantaranya berlokasi di Kundur Kabupaten Karimun, dan hanya satu di Singkep Kabupaten Lingga.

Sementara itu, asap tebal menaungi langit Kota Batam, sejak Senin (9/9) dan hingga kini asap nampak semakin tebal.

Menurut Suratman, asap yang menggantung di langit Batam bukan berasal dari Riau maupun Kalimantan, melainkan dari daerah lain di Kepri.

"Dari informasi satelit tentang sebaran asap, asap akibat karhutla di Pulau Sumatera dan Kalimantan tidak ada yang menyebar sampai ke Kepri," kata dia.

terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengimbau warganya untuk mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan, yang kini mulai menyelimuti kota kepulauan itu.

Kepala Dinas menyarankan masyarakat tidak ke luar rumah bila tidak ada sesuatu yang penting, agar terhindar dari paparan debu.

"Kalau ke luar rumah, mau pakai masker boleh. Cuma kalau kondisi parah, masker-nya jangan yang biasa, ada yang khusus," kata dia.

Ia menambahkan, kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada mata, selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan.

Paparan kabut asap juga bisa menyebabkan reaksi alergi, peradangan, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hingga pneumonia atau radang paru.

"Kabut asap bisa menyebabkan kita sulit bernafas, batuk, merusak paru-paru," lanjut dia.[]

7 titik RiauISPA

 

 

Baca Juga