Jumat, 13 Desember 2019

 

 

Ekonomi Infrastruktur

Menteri PUPR Akan Terapkan BIM Sebagai Syarat Jaga Kualitas Konstruksi

Abu
Jumat, 13 September 2019 15:58 WIB

Menteri PUPR Akan Terapkan BIM Sebagai Syarat Jaga Kualitas Konstruksi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono.

SOKSINEWS.COM, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan pihaknya selaku regulator, terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dengan menjadikan penerapan Building Informasi Modelling (BIM) sebagai syarat untuk menjaga kualitas proses konstruksi.

"Saya harapkan dunia konstruksi terpacu untuk mulai meningkatkan kemampuan dan praktek penggunaan BIM sebagai kewajiban di seluruh proyek," kata Menteri PUPR Basuki pada acara Konferensi Internasional ASEAN Constructors Federation (ACF) ke-48 dan Konferensi Asosiasi Kontraktor Indonesia, di Nusa Dua, Bali, Jumat, (13/09/19).

Ia mengatakan manfaat dari implementasi penggunaan teknologi ini, antara lain meningkatkan efisiensi dan akurasi, proses desain dan konstruksi yang lebih ramping dan transparan, akurasi dalam setiap perhitungan, menghindari kesalahan mulai perencanaan hingga pelaksanaan dan waktu pelaksanaan yang lebih cepat dalam suatu proyek konstruks.

Menurut Menteri Basuki, hal tersebut memang tidak terlepas dari kemampuan BIM yang dapat mensimulasikan seluruh informasi proyek bangunan atau konstruksi ke dalam bentuk model 3D sampai 7D, yaitu dengan menerapkan building data, project schedule, cost planning, energy analysis, operation and maintenance.

"Kita berharap berdasarkan hal tersebut dunia konstruksi juga perlu berinovasi lebih dan menciptakan peluangnya sendiri dalam mengoptimalkan pembangunan infrastruktur, tidak hanya di Indonesia atau ASEAN, tetapi juga di seluruh dunia," ujarnya.

Ia yakin seluruh anggota ASEAN memiliki sikap terbuka dan kapasitas untuk mengambil peluang Pasar Internasional, khususnya di dunia konstruksi. Sektor konstruksi saat ini terbukti mampu memberikan kontribusi hingga 10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Indonesia saat ini tengah menjadi pasar konstruksi terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat empat di Asia.

Menteri Basuki berharap bahwa kita dapat membangun hubungan kerja yang baik untuk memperkuat Industri Konstruksi di Asia Tenggara dan membuat perbedaan bagi dunia.

"Saya harapkan semoga melalui Konferensi Asosiasi Kontraktor Indonesia ini dapat memperkaya pengetahuan, pengalaman, dan mempererat kerja sama kita semua dalam industri konstruksi," ujarnya.[]

Berita Lainnya

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Jangan Coba-coba Beli Mobil Mewah Pakai KTP Orang Lain!

SOKSINEWS.COM, Akhir-akhir ini mulai terbongkar modus pemilik mobil mewah memalsukan identitas agar tak kena pajak progresif. . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019