Selasa, 15 Oktober 2019 -

 

 

Setelah Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Temuai Beberapa Pejabat Eselon Lingkup Kemenpora

Nasional  -  Kamis, 19 September 2019, 15:01 WIB
Penulis. Kaslan

Menpora Imam Nahrawi usai melaksanakan salat Dzuhur di Masjid Muwahidin, Kemenpora, Kamis (19/9/2019). (Asep Firmansyah)

SOKSINEWS.COM, Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan mengundurkan diri sebagai Menpora, Imam Nahrawi temui beberapa pejabat eselon secara tertutup. 

Imam terlihat berpamitan kepada seluruh staf di lingkungan Kemenpora. Ia memeluk satu-persatu pejabat seusai menyampaikan pernyataan.

Sebelumnya, Imam Nahrawi sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tadi disampaikan ke saya surat pengunduran diri dari Pak Menpora Imam Nahrawi," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (19/9/19).

Pada Rabu (18/9), KPK mengumumkan Imam Nahrawi sebagai tersangka pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Imam diduga menerima suap dengan nilai total Rp26,5 miliar yang merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menyatakan bahwa uang Rp26,5 miliar tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui asisten pribadinya Miftahul Ulum yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar

Imam dan Miftahul disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

KPKImam NahrawiMenpora

 

 

Baca Juga