Senin, 03 Agustus 2020

 

 

Nasional Hukum

Setelah Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Temuai Beberapa Pejabat Eselon Lingkup Kemenpora

Kaslan
Kamis, 19 September 2019 15:01 WIB

Setelah Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Temuai Beberapa Pejabat Eselon Lingkup Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi usai melaksanakan salat Dzuhur di Masjid Muwahidin, Kemenpora, Kamis (19/9/2019). (Asep Firmansyah)

SOKSINEWS.COM, Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan mengundurkan diri sebagai Menpora, Imam Nahrawi temui beberapa pejabat eselon secara tertutup. 

Imam terlihat berpamitan kepada seluruh staf di lingkungan Kemenpora. Ia memeluk satu-persatu pejabat seusai menyampaikan pernyataan.

Sebelumnya, Imam Nahrawi sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tadi disampaikan ke saya surat pengunduran diri dari Pak Menpora Imam Nahrawi," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (19/9/19).

Pada Rabu (18/9), KPK mengumumkan Imam Nahrawi sebagai tersangka pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Imam diduga menerima suap dengan nilai total Rp26,5 miliar yang merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menyatakan bahwa uang Rp26,5 miliar tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui asisten pribadinya Miftahul Ulum yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar

Imam dan Miftahul disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Berita Lainnya

Kader SOKSI Diminta Aktif Kampanyekan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

SOKSINEWS.COM, Dalam mendukung upaya pencegahan penularan COVID-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Wagub DKI Yakin Kehadiran SOKSI Akan Terus Membawa Manfaat bagi Masyarakat

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria hadiri tasyakuran Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Kurban Idul Adha, Bentuk Rasa Syukur SOKSI Atas Suksesnya Munas XI

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI), menggelar tasyakuran atas . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Ketum DEPINAS SOKSI Ahmadi Noor Supit Komitmen Menangkan Golkar di Pemilu 2024

SOKSINEWS.COM, Ahmadi Noor Supit terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia . . .

Nasional Rabu, 29 Juli 2020

Bupati Bogor Kecam Pemuda Yang Pukul Petugas PSBB

SOKSINEWS.COM, Bupati Bogor Ade Yasin mengecam perilaku pemuda berinisial MS (22) pengendara motor yang memukul petugas Pembatasan . . .

Nasional Minggu, 10 Mei 2020