Selasa, 12 November 2019

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Buwas Dorong KPK Tangani Kasus Mafia Penyalur BPNT

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 20 September 2019 13:10 WIB

Buwas Dorong KPK Tangani Kasus Mafia Penyalur BPNT
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di sela kegiatan peluncuran Beras Fortifikasi di Kantor Perum Bulog Jakarta, Jumat. (Mentari Dwi Gayati)

SOKSINEWS.COM, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meminta kerja sama dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kejahatan yang dilakukan mafia atau oknum penyalur beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Budi Waseso atau akrab disapa Buwas mendorong agar KPK dapat menangani dugaan kejahatan pada program BPNT senilai Rp60 triliun tersebut. Apalagi, program ini ditujukan bagi masyarakat miskin yang layak menerima bantuan beras BPNT.

"Saya mohon untuk bekerja sama dengan KPK karena ini nilainya besar ya. Di UU KPK kan Rp1 miliar ke atas harus ditangani KPK, makanya kita dorong dengan kekuatan KPK," kata Budi Waseso di sela kegiatan peluncuran Beras Fortifikasi di Kantor Perum Bulog Jakarta, Jumat (20/9/19).

Buwas menjelaskan saat ini Satgas Pangan masih melakukan proses penyidikan untuk membuktikan adanya kejahatan oleh oknum penyalur BPNT yang merugikan masyarakat penerima raskin.

Sebelumnya, Buwas mengatakan terdapat beberapa dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum penyalur BPNT, seperti penetapan harga beras yang terlalu tinggi.

Selain itu, masyarakat penerima bantuan juga memperoleh beras yang harganya tidak sesuai dengan kualitas atau mendapatkan jenis yang berbeda.

Menurut dia, modus kejahatan oleh oknum penyalur BPNT dilakukan dengan kampanye negatif terkait beras Bulog yang tidak berkualitas. Budi Waseso menegaskan bahwa beras yang disalurkan untuk BPNT berasal dari beras medium berkualitas.

"Jadi itu memfitnah Bulog, salah satunya, dikasih beras jelek karena kantongnya merek Bulog, maka langsung orang berasumsi bahwa itu produk Bulog yang berkutu, jelek, bau, dan lain-lain. Itu tidak benar," pungkas Buwas.[]

Berita Lainnya

Stok Bulog di NTT Capai 35.000 Ton

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat hingga saat ini stok beras yang di sejumlah . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

BI: Nilai Ekonomi Syariah Indonesia Capai 80 Persen Dari PDB

SOKSINEWS.COM, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan nilai ekonomi Indonesia yang terkait dengan prinsip . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Dahana Akan Bangun Pabrik Bahan Peledak Di Timor Leste

SOKSINEWS.COM, PT Dahana (Persero) akan membangun pabrik penghasil bahan peledak di Timor Leste pada tahun 2020 mendatang. Presiden . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Bank Kalsel Cabang Kotabaru Diharapkan Tingkatkan Kinerja

SOKSINEWS.COM, Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan yang juga membidangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

DPRD Kalsel Minta Tambah Dana Pembiayaan Perumahan

SOKSINEWS.COM, DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam hal ini Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur yang juga membidangi . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019