Rabu, 30 September 2020

 

 

Nasional Hukum

KPK Panggil Ex Sesmenpora Alfitra Salamm Terkait Kasus Suap KONI Tahun 2018

Ahmad Fiqi Purba
Senin, 23 September 2019 11:32 WIB

KPK Panggil Ex Sesmenpora Alfitra Salamm Terkait Kasus Suap KONI Tahun 2018
Sesmenpora periode 2014-2016 Alfitra Salamm tiba di gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9/2019). (ANTARA FOTO/Benardy Ferdiansyah)

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Sesmenpora periode 2014-2016 Alfitra Salamm dalam penyidikan kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

Alfitra diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Miftahul Ulum (MIU) yang merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MIU," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Selain Alfitra, KPK juga memanggil dua saksi lainnya untuk tersangka Miftahul, yakni Kabid Olahraga Internasional Kemenpora Ferry Hadju dan mantan PNS pada Kemenpora Supriono.

Diketahui, KPK pada Rabu (18/9) mengumumkan Miftahul dan Imam Nahrawi (IMR) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018. Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Imam dan Ulum disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, KPK juga telah mencegah ke luar negeri terhadap keduanya sejak akhir Agustus 2019.[]

Berita Lainnya

Menperin Minta Awak Industri Hindari Kegiatan yang Melibatkan Kerumunan Orang

SOKSINEWS.COM, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengimbau para pelaku industri untuk menghindari kegiatan . . .

Nasional Rabu, 30 September 2020

Sinovac dan Bio Farma Mulai Transfer Teknologi untuk Produksi Vaksin COVID-19

SOKSINEWS.COM, Perusahaan pengembang vaksin asal China, Sinovac Biotech, dan perusahaan farmasi Indonesia, Bio Farma, telah mulai . . .

Nasional Rabu, 30 September 2020

Kelahiran SOKSI untuk Melawan PKI

SOKSINEWS.COM, Berdirinya ormas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dilatarbelakangi kondisi struktur kehidupan . . .

Nasional Rabu, 30 September 2020

Hari Rabu, 7 Amalan Ini Pahalanya Luar Biasa

SOKSINEWS.COM, Rabu adalah salah satu hari dari tujuh hari yang Allah ciptakan untuk manusia. Hari Rabu merupakan hari setelah . . .

Nasional Rabu, 30 September 2020

Menperin Imbau Pelaku Industri Tak Gelar Kegiatan Bersifat Massal

SOKSINEWS.COM, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengimbau pelaku industri menghindari kegiatan yang . . .

Nasional Rabu, 30 September 2020