Kamis, 14 November 2019

 

 

Nasional Hukum

MA: Hakim Lepaskan Tersaangka BLBI Terbukti Langgar Etik

Ahmad Fiqi Purba
Minggu, 29 September 2019 10:35 WIB

MA: Hakim Lepaskan Tersaangka BLBI Terbukti Langgar Etik
Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

SOKSINEWS.COM, Juru Bicara Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro menyatakan hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi, Syamsul Rakan Chaniago terbukti melanggar kode etik dan perilaku hakim.

"Sudah diputuskan oleh tim pemeriksa MA dengan putusan bahwa saudara Syamsul Rakan Chaniago dipersalahkan," kata Andi Samsan, Minggu (29/9/2019).

Syamsul merupakan salah satu majelis hakim kasasi yang menangani kasus dugaan korupsi perkara korupsi penghapusan piutang Bantuan Langsung Bank Indonesia (BLBI) terhadap BDNI dengan terdakwa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temengung (SAT).

Pada 9 Juli 2019 lalu, majelis kasasi yang terdiri atas hakim Salman Luthan selaku ketua dengan anggota hakim Syamsul Rakan Chaniago dan Mohamad Asikin memutuskan SAT tidak melakukan tindak pidana sehingga harus dikeluarkan dari tahanan.

"Hakim Syamsul Rakan Chaniago masih tercantum atas namanya di kantor lawfirm walau yang bersangkutan sudah menjabat sebagai hakim ad hoc Tipikor pada MA," tambah Andi.

Selain itu Syamsul juga mengadakan kontak hubungan dan pertemuan dengan pengacara SAT.

"Yang bersangkutan bertemu dengan saudara Ahmad Yani, salah seorang penasihat hukum terdakwa SAT di Plaza Indonesia pada 28 Juni 2019 pukul 17.38 WIB sampai dengan pukul 18.30 WIB, padahal saat itu yang bersangkutan duduk sebagai hakim anggota pada majelis hakim terdakwa SAT," jelas Andi.

Atas alasan tersebut Syamsul Rakan Chaniago dikenakan sanksi etik.

"Sebagai terlapor yang bersangkutan dikenakan sanksi sedang berupa hakim non palu selama 6 bulan sebagaimana diatur dalam Pasal 21 huruf b Peraturan Bersama Ketua MA dan Ketua KY No. 02/PB/MA/IX/2012 - 02 /BP/P-KY/09/2012," jelas Andi.

Hukuman nonpalu itu efektif sejak Syamsul menerima pemberitahuan dari MA.

Sebelumya putusan majelis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 24 September 2018 yang menjatuhkan vonis 13 tahun penjara ditambah denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Syafruddin Arsyad Temenggung.

Sedangkan pada 2 Januari 2019 Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat vonis Syafruddin menjadi pidana penjara selama 15 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan bila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Namun Syafruddin mengajukan kasasi ke MA dan membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No 29/PID.SUS-TPK/2018/PT DKI tanggal 2 Januari 2019 yang mengubah amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No 39/PID.SUS/TPK/2018/PN.JKT.PST. tanggal 24 September 2018.

Majelis kasasi menilai bahwa Syafruddin melakukan perbuatan yang didakwakan tapi bukan dikategorikan sebagai perbuatan pidana.

"Mengadili sendiri, menyatakan terdakwa Syafruddin Arsyah Temenggung terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya akan tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana," demikian petikan putusan kasasi SAT.

Sehingga majelis kasasi melepaskan terdakwa tersebut oleh karena itu dari segala tuntutan hukum atau ontslag van allerechtsvervolging.

"Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya," seperti dalam putusan kasasi.

Tanggal 9 Juli 2019 juga adalah masa akhir tahanan Syafruddin sehingga Syafruddin pun langsung keluar rutan gedung KPK yang berlokasi di belakang gedung Merah Putih KPK.

Berita Lainnya

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Dharma Wanita Lebih Kreatif

SOKSINEWS.COM, Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Hermanus Man mendorong para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Polres Buleleng Tingkatkan Pemeriksaan Tamu Mako Pasca-Bom Medan

SOKSINEWS.COM, Jajaran Polres Buleleng meningkatkan pemeriksaan tamu yang mendatangi markas komando kepolisian pascaledakan bom . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Kemenag Lebak Tingkatkan Kompetensi Kepala Sekolah Melalui Bintek

SOKSINEWS.COM, Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan kompetensi kepala sekolah melalui pelatihan bimbingan teknis . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Gubernur Sebut Wisatawan Tak Berduit Dilarang Ke NTT

SOKSINEWS.COM, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat mengatakan bahwa wisatawan yang tak berduit atau bukan termasuk . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

DPR Tinjau Seleksi Calon Hakim Agung

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus mengapresiasi kunjungan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin yang meninjau . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019