Kamis, 14 November 2019

 

 

Ekonomi

PLN Pulihkan Listrik Ambon Pasca Gempa

Ahmad Fiqi Purba
Senin, 30 September 2019 11:16 WIB

PLN Pulihkan Listrik Ambon Pasca Gempa
PLN memulihkan sistem kelistrikan yang sempat terganggu pasca gempa di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya. ANTARA/Ist/am.

SOKSINEWS.COM, Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan pasca gempa yang melanda Pulau Ambon dan sekitarnya. Secara bertahap, sistem kelistrikan di daerah yang terdampak gempa tersebut sebagian sudah mulai normal kembali.

Sebelumnya pada hari Rabu (26/9/2019)  PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan yang sempat terganggu pasca gempa di Kota Ambon dan sekitarnya, di mana sebelumnya dua penyulang yang menyalurkan listrik mengalami gangguan sehingga menyebabkan padam sebesar 16 MW.

“Untuk saat ini, sistem kelistrikan di Ambon sendiri yang masih terus dilakukan pemulihan yakni di daerah Hirnala, Negeri Waai, Batu Dua Pantai, hingga Negeri Liang," kata General Manager Romantika Dwi Juni Putra dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Hal itu, kata dia, karena banyak infrastruktur kelistrikan pada jalur tersebut yang mengalami kerusakan, mulai dari trafo hingga tiang sehingga membutuhkan waktu untuk dapat memperbaikinya.

Romantika juga menambahkan, pada hari ini (Senin) per pukul 12.30 WIT PLN berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di Kairatu, Seram Bagian Barat yang sebelumnya juga mengalami gangguan akibat gempa serta mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur kelistrikan disana.

“Kami mengirimkan juga tenaga dari Piru dan Masohi untuk membantu percepatan penormalan di Kairatu yang Alhamdulillah kini sudah normal kembali. Sebelumnya infrastruktur kelistrikan di sana juga banyak yang mengalami kerusakan hingga ada Jaringan Tegangan Rendah (JTR) yang terbakar," katanya.

Percepatan pemulihan kelistrikan juga dilakukan oleh PLN di Haruku. Hingga pukul 15.30 WIT hari ini (27/9), secara bertahap juga PLN telah berhasil memulihkan kembali sistem kelistrikan di sana yang kini menyisakan sebagian Desa Kailolo, Desa Kabauw, Desa Rohmoni, Desa Haruku dan Desa Oma, di mana terdapat satu buah Tiang Tegangan Menengah TM yang patah, satu buah trafo jatuh, delapan buah trafo miring dan tiga buah tiang JTR jatuh.

Di samping itu, PLN juga membantu menyediakan listrik guna penerangan di lokasi-lokasi pengungsian khususnya di Rumah Sakit yang ada di kota Ambon, seperti di RSU Kudamati dan RSU Tulehu.

“Kami terus berupaya untuk segera menormalkan kembali sistem kelistrikan yang terganggu akibat bencana gempa ini. Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar kami dapat segera menyelesaikan pekerjaan kami guna kembali menerangi daerah-daerah yang terdampak padam. Apabila di daerah sekitar pelanggan ada yang mengalami gangguan kelistrikan, agar segera menghubungi Contact Center PLN 123 ataupun menghubungi langsung posko-posko kami yang berada di tiap kantor PLN terdekat”, tutup Romantika.

Berita Lainnya

UMK Mataram Ditetapkan RP2.184.485

SOKSINEWS.COM, Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menetapkan upah minimum kota (UMK) tahun 2020 sebesar . . .

Ekonomi Kamis, 14 November 2019

Presiden Jokowi Minta DIPA 2020 Dibelanjakan Secepatnya

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pimpinan kementerian, lembaga, dan daerah, agar secepatnya membelanjakan . . .

Ekonomi Kamis, 14 November 2019

Kemenhub Serap APBN 2019 Baru Mencapai 69,30 Persen

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 baru mencapai 69,30 . . .

Ekonomi Rabu, 13 November 2019

LPS Imbau Masyarakat Tidak Tergiur Suku Bunga Bank Yang Tinggi

SOKSINEWS.COM, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran suku bunga bank yang tinggi, . . .

Ekonomi Rabu, 13 November 2019

Bertemu Erick Thohir, Ahok: Saya Mau Dilibatkan Disalah Satu BUMN

SOKSINEWS.COM, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk bertemu Menteri . . .

Ekonomi Rabu, 13 November 2019