Jumat, 22 November 2019

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

BI: Uang Beredar Tumbuh Melambat Pada Agustus 2019

Ahmad Fiqi Purba
Senin, 30 September 2019 14:57 WIB

BI: Uang Beredar Tumbuh Melambat Pada Agustus 2019
Karyawan Bank Indonesia merapikan uang rupiah berbagai pecahan yang didapatkan dari warga di atas Kapal KRI Hiu 634 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT Senin (23/9/2019). Ekspedisi Kas Keliling pulau terluar, terdepan dan tertinggal (3T) yang digelar oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI AL selama periode Januari-Agustus 2019 sudah menyinggahi kurang lebih 42 pulau 3T dari target awal 40 pulau 3T. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/wsj.

SOKSINEWS.COM, Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Agustus 2019, yang posisinya tercatat Rp5.933 triliun atau tumbuh 7,3 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,8 persen (yoy), sebut data Bank Indonesia (BI).

Perlambatan M2 terutama terjadi pada komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.

"M1 pada Agustus 2019 tumbuh melambat dari 7,4 persen (yoy) menjadi 6,6 persen (yoy), baik pada komponen uang kartal maupun giro rupiah," kata BI dalam info terbarunya, yang dikutip di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Komponen uang kuasi juga tumbuh melambat, dari 8,0 persen menjadi 7,4 persen (yoy) pada Agustus 2019, dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan tabungan dan simpanan berjangka serta giro valuta asing (valas).

BI menjelaskan, berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 terutama disebabkan oleh aktiva dalam negeri bersih. Aktiva dalam negeri bersih pada Agustus 2019 tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,1 persen (yoy).

Perlambatan aktiva dalam negeri bersih terutama disebabkan oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih rendah, dari 9,7 persen (yoy) pada Juli 2019 menjadi 8,6 persen (yoy) pada Agustus 2019.

Tagihan bersih kepada pemerintah pusat juga masih mengalami kontraksi sebesar 2,5 persen (yoy) meskipun tidak sedalam bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut sejalan dengan peningkatan tagihan sistem moneter kepada pemerintah pusat terutama pada instrumen obligasi negara.

Meskipun demikian, perlambatan M2 tersebut tertahan seiring dengan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih yang meningkat dari 1,5 persen pada Juli 2019 menjadi 2,9 persen (yoy) pada Agustus 2019, sejalan dengan meningkatnya cadangan devisa dan penurunan dana pihak letiga (DPK) valas.

Berita Lainnya

OJK: Indeks Literasi Keuangan Di Sulsel Meningkat

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Region 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Zulmi melansir bahwa dari hasil survei . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

62.345 Keluarga Terima Bantuan Pangan Non-Tunai Di Boyolali

SOKSINEWS.COM, Sebanyak 62.345 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali menerima bantuan . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

Kemendag Sebut Harga Kebutuhan Pokok Di Kupang Stabil

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perdagangan menilai harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur secara umum . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

PUPR Masih Menyakini Konektivitas Dorong Investasi

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR masih meyakini konektivitas yang baik akan mendorong . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

65 Persen Pasar Indonesia Terbuka Saat Bergabung Dalam RCEP

SOKSINEWS.COM, Pasar Indonesia akan terbuka hingga 65 persen terhadap para negara mitra saat awal implementasi perjanjian perdagangan . . .

Ekonomi Rabu, 20 November 2019