Jumat, 22 November 2019

 

 

Ekonomi Infrastruktur

Menteri BUMN: Manfaatkan Keterbukaan Transfer Teknologi Kereta China

Abu
Senin, 30 September 2019 16:48 WIB

Menteri BUMN: Manfaatkan Keterbukaan Transfer Teknologi Kereta China
Menteri BUMN Rini Soemarno

SOKSINEWS.COM, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan momentum keterbukaan China dalam transfer teknologi kereta cepat untuk nantinya bisa menjadi produsen semua jenis kereta.

"Mengingat ini betul-betul kereta cepat pertama di Asia Tenggara, jadi buat Indonesia, ini betul-betul kesempatan untuk kita banyak belajar dan juga memang Republik Rakyat Tiongkok bersikap sangat terbuka mengenai transfer teknologi. Jadi, ini harus betul-betul kita manfaatkan, sehingga kami sangat berharap Indonesia nantinya bisa menjadi salah satu negara yang memiliki kemampuan dalam membangun kereta, mulai dari kereta yang biasa, MRT dan LRT hingga kereta cepat," kata Menteri Rini di Cikarang, Jawa Barat, Senin.

Rini melihat adanya kerja sama yang baik antara konsorsium Indonesia dan Tiongkok dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan dirinya juga berterima kasih karena putra-putri Indonesia juga bisa mendapatkan pelatihan di Tiongkok untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Penting juga putra-putri Indonesia akan mengikuti pelatihan untuk pengoperasian kereta cepat tersebut," katanya usai meresmikan pemasangan balok beton (girder) pertama kereta cepat rute Jakarta-Bandung.

Menurut Menteri BUMN, untuk kereta biasa Indonesia sudah memiliki pasar di negara-negara lain seperti Bangladesh, Laos, Filipina dan sebentar lagi di Afrika.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia memiliki empat syarat khusus untuk investasi yang masuk ke dalam negeri, sehingga tidak sembarang menarik investasi asing masuk, termasuk yang berasal dari China.

Keempat syarat itu yakni teknologi yang ramah lingkungan, melakukan transfer teknologi, mendidik tenaga kerja lokal, serta memberikan nilai tambah bagi industri.

Luhut menegaskan teknologi transfer juga harus dilakukan melalui investasi. Demikian pula nilai tambah bagi industri yang diharapkan dari investasi.[]

Berita Lainnya

OJK Kalbar Minta Masyarakat Waspada Modus Swafoto Dengan KTP

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Mochamad Riezky F Purnomo meminta masyarakat waspada terhadap kegiatan . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

OJK Bertekad Tingkatkan Kontribusi Bagi Perekonomian

SOKSINEWS.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-8 dengan tekad meningkatkan kontribusi bagi perekonomian . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

OJK: Indeks Literasi Keuangan Di Sulsel Meningkat

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Region 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Zulmi melansir bahwa dari hasil survei . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

62.345 Keluarga Terima Bantuan Pangan Non-Tunai Di Boyolali

SOKSINEWS.COM, Sebanyak 62.345 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali menerima bantuan . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

Kemendag Sebut Harga Kebutuhan Pokok Di Kupang Stabil

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perdagangan menilai harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur secara umum . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019