Rabu, 23 September 2020

 

 

Ekonomi Infrastruktur

Menteri BUMN: Manfaatkan Keterbukaan Transfer Teknologi Kereta China

Abu
Senin, 30 September 2019 16:48 WIB

Menteri BUMN: Manfaatkan Keterbukaan Transfer Teknologi Kereta China
Menteri BUMN Rini Soemarno

SOKSINEWS.COM, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan momentum keterbukaan China dalam transfer teknologi kereta cepat untuk nantinya bisa menjadi produsen semua jenis kereta.

"Mengingat ini betul-betul kereta cepat pertama di Asia Tenggara, jadi buat Indonesia, ini betul-betul kesempatan untuk kita banyak belajar dan juga memang Republik Rakyat Tiongkok bersikap sangat terbuka mengenai transfer teknologi. Jadi, ini harus betul-betul kita manfaatkan, sehingga kami sangat berharap Indonesia nantinya bisa menjadi salah satu negara yang memiliki kemampuan dalam membangun kereta, mulai dari kereta yang biasa, MRT dan LRT hingga kereta cepat," kata Menteri Rini di Cikarang, Jawa Barat, Senin.

Rini melihat adanya kerja sama yang baik antara konsorsium Indonesia dan Tiongkok dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan dirinya juga berterima kasih karena putra-putri Indonesia juga bisa mendapatkan pelatihan di Tiongkok untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Penting juga putra-putri Indonesia akan mengikuti pelatihan untuk pengoperasian kereta cepat tersebut," katanya usai meresmikan pemasangan balok beton (girder) pertama kereta cepat rute Jakarta-Bandung.

Menurut Menteri BUMN, untuk kereta biasa Indonesia sudah memiliki pasar di negara-negara lain seperti Bangladesh, Laos, Filipina dan sebentar lagi di Afrika.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia memiliki empat syarat khusus untuk investasi yang masuk ke dalam negeri, sehingga tidak sembarang menarik investasi asing masuk, termasuk yang berasal dari China.

Keempat syarat itu yakni teknologi yang ramah lingkungan, melakukan transfer teknologi, mendidik tenaga kerja lokal, serta memberikan nilai tambah bagi industri.

Luhut menegaskan teknologi transfer juga harus dilakukan melalui investasi. Demikian pula nilai tambah bagi industri yang diharapkan dari investasi.[]

Berita Lainnya

Sore Ini, Rupiah Ditutup Menguat Menjadi Rp14.700 per Dolar AS

SOKSINEWS.COM, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menjelang akhir bulan September masih . . .

Ekonomi Senin, 21 September 2020

Kabar Gembira, Perekonomian Indonesia Mulai Merangkak Naik

SOKSINEWS.COM, Sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19. . . .

Ekonomi Rabu, 02 September 2020

Ternyata Ini Penyebab Pertamina Merugi Rp 11 Triliun

SOKSINEWS.COM, Terdapat tiga faktor penyebab Pertamina merugi hingga Rp11,13 triliun pada semester I-2020. Salah satunya karena . . .

Ekonomi Selasa, 01 September 2020

Gubernur BI Beberkan 3 Cara Majukan UMKM di Era Digital

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga cara memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai . . .

Ekonomi Jumat, 28 Agustus 2020

Kemenperin Dorong Pembangunan Pabrik Gula Terintegrasi Lahan Tebu

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perindustrian terus mendorong pembangunan pabrik gula baru yang terintegrasi lahan tebu. Pabrik baru . . .

Ekonomi Kamis, 27 Agustus 2020