Jumat, 22 November 2019

 

 

Ekonomi Infrastruktur

Frekuensi Penerbangan Dari Dan Menuju Kalteng Alami Penurunan

Abu
Sabtu, 05 Oktober 2019 17:01 WIB

 Frekuensi Penerbangan Dari Dan Menuju Kalteng Alami Penurunan
Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri di Palangka Raya.

SOKSINEWS.COM,  Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah mencatat frekuensi penerbangan selama Agustus 2019 dari dan menuju provinsi setempat sekitar 1.874 kali, mengalami penurunan sebesar 3,10 persen dibandingkan Juli 2019 yang mencapai 1.934 kali.

Pengurangan jadwal penerbangan terjadi hampir di seluruh bandara, kecuali H Asan Sampit yang justru bertambah 20 penerbangan, kata Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri di Palangka Raya, Sabtu, (05/10/19). 

"Bandar Tjilik Riwut yang terbesar dan berada di Ibu Kota Kalteng, tapi frekuensi penerbangannya terbesar penurunannya, sekitar 52 penerbangan," beber dia.

Secara umum, penurunan frekuensi penerbangan diikuti oleh berkurangnya jumlah aktivitas penumpang dan volume arus barang. Di mana penurunan jumlah penumpang yang berkisar 0,81 persen, dipengaruhi penumpang datang sekitar 9,06 persen, sekalipun ada kenaikan penumpang berangkat sekitar 9,32 persen.

Sementara untuk volume arus barang yang mengalami penurunan sebesar 23,88 persen, dipengaruhi berkurangnya muat barang sekitar 30,52 persen dan bongkar barang 19,28 persen.

Dibanding periode yang sama tahun lalu, frekuensi penerbangan pesawat selama Januari-Agustus 2019, terjadi penurunan cukup tinggi sekitar 14,57 persen, diikuti berkurangnya jumlah penumpang sekitar 22,99 persen dan volume arus barang 32,45 persen.

"Layanan arus lalu lintas penumpang dan barang, relatif rendah sejak awal tahun 2019. Itu ditandai menurunnya frekuensi penerbangan yang terjadi secara konsisten sejak semester II tahun 2018," kata Yomin.

Rata-rata jumlah penumpang sekitar 135.293 orang per bulan selama periode Januari-Agustus 2019, atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 sekitar 175.694 orang per bulan.

Penurunan aktivitas penumpang ini, diperkirakan akibat berkurangnya frekuensi penerbangan dan masih tingginya tarif tiket pesawat. Distribusi jumlah penumpang pesawat berdasarkan bandar udara terkonsentrasi pada tiga bandar udara utama, yakni di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit.

Pola volume arus barang serupa dengan pola aktivitas penumpang. Rata-rata volume arus barang selama delapan bulan terakhir sekitar 1.379 ton per bulan, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018 (2.042 ton per bulan).

"Tapi, secara umum, terdapat korelasi positif antara volume arus barang dengan aktivitas penumpang. Artinya, arus barang melalui transportasi udara umumnya barang bawaan penumpang atau bagasi, bukan barang kiriman melalui kargo pesawat," demikian Yomin.[]

Berita Lainnya

OJK: Indeks Literasi Keuangan Di Sulsel Meningkat

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Region 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Zulmi melansir bahwa dari hasil survei . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

62.345 Keluarga Terima Bantuan Pangan Non-Tunai Di Boyolali

SOKSINEWS.COM, Sebanyak 62.345 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali menerima bantuan . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

Kemendag Sebut Harga Kebutuhan Pokok Di Kupang Stabil

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perdagangan menilai harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur secara umum . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

PUPR Masih Menyakini Konektivitas Dorong Investasi

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR masih meyakini konektivitas yang baik akan mendorong . . .

Ekonomi Kamis, 21 November 2019

65 Persen Pasar Indonesia Terbuka Saat Bergabung Dalam RCEP

SOKSINEWS.COM, Pasar Indonesia akan terbuka hingga 65 persen terhadap para negara mitra saat awal implementasi perjanjian perdagangan . . .

Ekonomi Rabu, 20 November 2019