Senin, 03 Agustus 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Riset: Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai 40 Miliar Dolar

Kaslan
Senin, 07 Oktober 2019 14:35 WIB

Riset: Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai 40 Miliar Dolar
Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf (kiri) dan Partner dan Leader of Asia Pacific Digital Practice dari Bain & Company, Florian Hoppe (tengah) di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Senin. (Mentari Dwi Gayati)

SOKSINEWS.COM, Hasil riset terbaru dari laporan e-Conomy SEA 2019 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company memprediksi ekonomi digital Indonesia akan mencapai 40 miliar dolar AS hingga akhir 2019.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf menjelaskan tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara pesat, termasuk Indonesia, dan dari laporan tersebut pula, transformasi ekonomi lndonesia yang luar biasa menjadi pendorong pertumbuhan yang dinamis bagi Asia Tenggara.

"Tahun ini kami prediksi 'internet economy' Indonesia mencapai 40 miliar dolar, dan kami prediksi pada 2025 akan mencapai lebih dari 133 miliar dolar," kata Randy pada konferensi pers di Kantor Google Indonesia di Jakarta, Senin (7/10/19).

Randy menjelaskan riset terbaru ini melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan Indonesia mencapai 49 persen, paling pesat di Asia Tenggara dengan potensi hingga 133 miliar dolar AS pada 2025.

Menurut laporan regional 2019, pertumbuhan ekonomi digital tersebut mencakup lima sektor, yakni e-commerce, media online, transportasi online, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital.

Dalam empat tahun ke depan, laporan memprediksi pertumbuhan 12 kaIi lipat untuk sektor e-commerce lndonesia dan pertumbuhan 6 kali lipat untuk transportasi online. Pembiayaan di Indonesia juga berpotensi untuk melebihi rekor yang tercatat pada 2018.

Jabodetabek tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan di Indonesia. Pengguna yang tinggal di area tersebut tercatat membelanjakan uang senilai 555 dolar AS per kapita (dalam GMV) dibandingkan di luar kota besar, yakni 103 dolar AS per kapita.

Namun demikian, daerah luar kota besar (non-metro) diperkirakan akan bertumbuh dua kali lebih pesat dalam enam tahun ke depan.

Laporan juga mengungkapkan temuan bahwa semua sektor ekonomi internet di setiap daerah diuntungkan dengan meningkatnya penggunaan pembayaran digital.

Dalam kesempatan yang sama, Partner dan Leader of Asia Pacific Digital Practice dari Bain & Company, Florian Hoppe, menyebutkan bahwa terdapat 47 juta penduduk belum mendapatkan cukup layanan keuangan.

Selain itu, ada 92 juta penduduk sama sekali tidak memiliki akses, teknologi dan data. Oleh karena itu, terdapat potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mengubah rakyat Indonesia melakukan pembayaran, transfer dana, pinjaman, investasi, dan asuransi secara online

"Terdapat kekurangan akses untuk layanan keuangan di Asia Tenggara dan ini jelas merupakan peluang bagi lndonesia. yang hanya 42 juta penduduknya memiliki rekening bank," kata Partner dan Leader of Asia Pacific Digital Practice dari Bain & Company, Florian Hoppe.

Berita Lainnya

Bandara Semarang Layani Penerbangan Terbatas Saat Pandemi COVID-19

SOKSINEWS.COM, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, mulai melayani penerbangan sejumlah maskapai . . .

Ekonomi Sabtu, 09 Mei 2020

Kemenkeu Ungkap Ruangguru Paling Banyak Dipilih Peserta Prakerja

SOKSINEWS.COM, Kementerian Keuangan mengungkap mitra Kartu Prakerja yakni Ruangguru menjadi kanal digital yang paling banyak dipilih . . .

Ekonomi Jumat, 08 Mei 2020

Sri Mulyani : Percepatan Bansos Tahan Penurunan Konsumsi Di Kuartal II

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keputusan pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial . . .

Ekonomi Jumat, 08 Mei 2020

Industri masih jadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi kuartal I

SOKSINEWS.COM, Sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional . . .

Ekonomi Rabu, 06 Mei 2020

Kementan sebut bawang merah segera panen raya

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pertanian menyatakan bahwa komoditas bawang merah yang kini harganya masih terpantau tinggi, akan segera . . .

Ekonomi Senin, 04 Mei 2020