Minggu, 09 Agustus 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Luhut: Indonesia Bakal Jadi Bagian Rantai Pasok Kenderaan Listrik Dunia dalam Lima Tahun

Abubakar
Rabu, 09 Oktober 2019 12:54 WIB

Luhut: Indonesia Bakal Jadi Bagian Rantai Pasok Kenderaan Listrik Dunia dalam Lima Tahun
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia akan menjadi bagian dari global supply chain atau rantai pasok dunia dalam lima tahun ke depan, khususnya terkait industri kendaraan listrik.

Hal itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan di Singapura, Selasa (8/10), di sela pertemuan tahunan Leader's Retreat, di mana ia mendampingi Presiden Jokowi.

"Saya optimistis Indonesia bisa menjadi bagian dari global supply chain dalam kurun waktu lima tahun. Sebanyak 70 persen bahan baku baterai lithium ada di Indonesia. Untuk mobil listrik, Indonesia bisa memproduksi ban sendiri karena kita kaya akan karet dan juga ada tambang timah," kata Luhut Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (09/10/19). 

Ia mengakui Indonesia agak terlambat menyadari bahwa selama ini tidak menjadi bagian dari pemain global dalam sistem rantai pasok. Padahal, sebagai produsen terbesar hasil tambang, idealnya Indonesia bisa menentukan harga komoditas tersebut.

Sekarang ini, menurut Luhut Pandjautan, Indonesia tidak lagi fokus pada ekspor komoditas, tapi mengolah komoditas tersebut di dalam negeri lalu diekspor. "Masyarakat Indonesia harus bisa menikmati nilai tambah dari hasil buminya," katanya.

Lebih lanjut, mantan Menko Polhukam itu pun mengaku terbuka pada investasi asing, asalkan memenuhi empat syarat yakni membawa teknologi ramah lingkungan, melakukan transfer teknologi, menggunakan tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya, serta membangun industri dari hulu ke hilir.

"Kami terbuka untuk siapa saja. Apakah itu investor dari Timur Tengah, Amerika, Eropa atau China, selama anda memenuhi empat syarat itu, tidak masalah," tegasnya.

Indonesia, lanjut dia, juga sedang membuka beberapa target investasi baru mulai dari sektor infrastruktur hingga industri.

"Kami juga menawarkan beberapa lokasi bagi para investor, seperti di Rempang, Batam, dan Bintan. Kami menyambut baik kedatangan para investor, dengan syarat mereka harus membawa teknologi yang baik dan ramah lingkungan. Harus melakukan transfer teknologi kepada pegawai asal Indonesia, menggunakan pegawai lokal sebanyak mungkin dan harus membangun industri dari hulu ke hilir," kata Luhut Pandjaitan.[]

Berita Lainnya

Bandara Semarang Layani Penerbangan Terbatas Saat Pandemi COVID-19

SOKSINEWS.COM, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, mulai melayani penerbangan sejumlah maskapai . . .

Ekonomi Sabtu, 09 Mei 2020

Kemenkeu Ungkap Ruangguru Paling Banyak Dipilih Peserta Prakerja

SOKSINEWS.COM, Kementerian Keuangan mengungkap mitra Kartu Prakerja yakni Ruangguru menjadi kanal digital yang paling banyak dipilih . . .

Ekonomi Jumat, 08 Mei 2020

Sri Mulyani : Percepatan Bansos Tahan Penurunan Konsumsi Di Kuartal II

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keputusan pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial . . .

Ekonomi Jumat, 08 Mei 2020

Industri masih jadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi kuartal I

SOKSINEWS.COM, Sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional . . .

Ekonomi Rabu, 06 Mei 2020

Kementan sebut bawang merah segera panen raya

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pertanian menyatakan bahwa komoditas bawang merah yang kini harganya masih terpantau tinggi, akan segera . . .

Ekonomi Senin, 04 Mei 2020