Sabtu, 07 Desember 2019

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Luhut: Indonesia Bakal Jadi Bagian Rantai Pasok Kenderaan Listrik Dunia dalam Lima Tahun

Abubakar
Rabu, 09 Oktober 2019 12:54 WIB

Luhut: Indonesia Bakal Jadi Bagian Rantai Pasok Kenderaan Listrik Dunia dalam Lima Tahun
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia akan menjadi bagian dari global supply chain atau rantai pasok dunia dalam lima tahun ke depan, khususnya terkait industri kendaraan listrik.

Hal itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan di Singapura, Selasa (8/10), di sela pertemuan tahunan Leader's Retreat, di mana ia mendampingi Presiden Jokowi.

"Saya optimistis Indonesia bisa menjadi bagian dari global supply chain dalam kurun waktu lima tahun. Sebanyak 70 persen bahan baku baterai lithium ada di Indonesia. Untuk mobil listrik, Indonesia bisa memproduksi ban sendiri karena kita kaya akan karet dan juga ada tambang timah," kata Luhut Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (09/10/19). 

Ia mengakui Indonesia agak terlambat menyadari bahwa selama ini tidak menjadi bagian dari pemain global dalam sistem rantai pasok. Padahal, sebagai produsen terbesar hasil tambang, idealnya Indonesia bisa menentukan harga komoditas tersebut.

Sekarang ini, menurut Luhut Pandjautan, Indonesia tidak lagi fokus pada ekspor komoditas, tapi mengolah komoditas tersebut di dalam negeri lalu diekspor. "Masyarakat Indonesia harus bisa menikmati nilai tambah dari hasil buminya," katanya.

Lebih lanjut, mantan Menko Polhukam itu pun mengaku terbuka pada investasi asing, asalkan memenuhi empat syarat yakni membawa teknologi ramah lingkungan, melakukan transfer teknologi, menggunakan tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya, serta membangun industri dari hulu ke hilir.

"Kami terbuka untuk siapa saja. Apakah itu investor dari Timur Tengah, Amerika, Eropa atau China, selama anda memenuhi empat syarat itu, tidak masalah," tegasnya.

Indonesia, lanjut dia, juga sedang membuka beberapa target investasi baru mulai dari sektor infrastruktur hingga industri.

"Kami juga menawarkan beberapa lokasi bagi para investor, seperti di Rempang, Batam, dan Bintan. Kami menyambut baik kedatangan para investor, dengan syarat mereka harus membawa teknologi yang baik dan ramah lingkungan. Harus melakukan transfer teknologi kepada pegawai asal Indonesia, menggunakan pegawai lokal sebanyak mungkin dan harus membangun industri dari hulu ke hilir," kata Luhut Pandjaitan.[]

Berita Lainnya

Wamenlu: Perusahan AS Berkomitmen Investasi Lebih Besar di RI

SOKSINEWS.COM, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

BI Dorong Hilirisasi Rumput Laut Tingkatkan Daya Saing Ekspor

SOKSINEWS.COM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel)  mendorong program hilirisasi rumput laut . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

OJK Imbau Masyarakat Sulut Waspadai Investasi Bodong

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Slamet Wibowo mengimbau seluruh . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

Presiden Harap Pengusaha AS Optimalkan Peluang Bisnis di RI

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo berharap para pengusaha Amerika Serikat mengoptimalkan peluang bisnis di negara-negara ASEAN . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

Mobile Banking Bank Nagari Permudah Nasabah Monitor Rekening

SOKSINEWS.COM, Layanan Mobile Banking dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat dapat dimanfaatkan oleh para nasabah . . .

Ekonomi Rabu, 04 Desember 2019