Selasa, 25 Februari 2020

 

 

Humaniora

Pemprov NTT Bentuk Tim TRC Cegah Virus Demam Babi Afrika

Abubakar
Rabu, 09 Oktober 2019 13:30 WIB

Pemprov NTT Bentuk Tim TRC Cegah Virus Demam Babi Afrika
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Danny Suhadi di Kupang

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah membentuk tim reaksi cepat (TRC), untuk mencegah masuknya virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) ke wilayah itu, melalui pintu perbatasan Indonesia-Timor Leste.

"Kami telah membentuk tiga tim yang terdiri dari Dinas Peternakan, Balai Besar Veteriner Denpasar dan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian RI untuk dapat terjun langsung ke wilayah perbatasan," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Danny Suhadi di Kupang, Rabu, (09/10/19). 

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya Pemerintah Provinsi NTT, untuk mencegah masuknya virus demam babi Afrika yang dilaporkan menyerang ternak babi di negara tetangga Timor Leste.

Menurut dia, tim yang beranggotakan 18 orang ini, terbagi dalam tiga regu. Setiap regu masing masing beranggotakan enam orang.

Tim reaksi cepat bertugas melaksanakan upaya preventif, baik langsung ke masyarakat peternak maupun ke stakeholder di wilayah perbatasan.

Tindakan preventif ini antara lain melalui sosialisasi terhadap masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dengan sasaran masyarakat peternak.

Dia menambahkan, Pemerintah NTT juga memanfaatkan media massa seperti radio, surat kabar, televisi dan online serta media sosial termasuk pamflet, spanduk dan banner sebagai wadah penyuluhan penanggulangan virus ASF.

Dany Suhadi menambahkan, selain itu pihaknya telah membuat regulasi dalam bentuk instruksi gubernur dan diharapkan akan segera disahkan untuk dapat ditindaklanjuti secara teknis di lapangan.

Instruksi tersebut diantaranya berisi upaya memperketat keluar masuk lalulintas di perbatasan, penguatan tindakan biosecurity terhadap ternak peliharaan, serta upaya preventif lain untuk mencegah tertularnya ternak babi oleh ASF.

AFS merupakan virus yang mematikan dan menular. Saat ini belum ada obat atau vaksin. Virus ini tidak menjangkit manusia sekalipun mengkonsumsi daging babi yang terjangkit AFS.[]

Berita Lainnya

Menanamkan Ideologi Pancasila lewat Kearifan Lokal

SOKSINEWS.COM, Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan Pancasila merupakan panduan dalam hidup berbangsa . . .

Humaniora Senin, 09 Desember 2019

Gubernur Inginkan Peternak NTT Pelihara Sapi Premium

SOKSINEWS.COM, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, menginginkan agar para peternak sapi di provinsi berbasiskan . . .

Humaniora Jumat, 15 November 2019

Mendikbud: Paud Dan Pendidikan Keluarga Penting Bagi Pengembangan Anak

SOKSINEWS.COM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) . . .

Humaniora Selasa, 05 November 2019

Ghufron Tak Dilantik Sebagai Pimpinan KPK Adalah Pelanggaran Hukum

SOKSINEWS.COM, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, desakan untuk . . .

Humaniora Rabu, 30 Oktober 2019

Siswa SDN 2 Pasir Kupa Lebak Belajar di Lantai

SOKSINEWS.COM, Siswa SDN 2 Pasir Kupa Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti proses kegiatan belajar mengajar . . .

Humaniora Selasa, 29 Oktober 2019