Sabtu, 04 April 2020

 

 

Nasional Humaniora

Legislator Minta Pemereintah Antisipasi Gagal Panen Akibat Kekeringan

Abubakar
Kamis, 10 Oktober 2019 14:35 WIB

Legislator Minta Pemereintah Antisipasi Gagal Panen Akibat Kekeringan
Lahan pertanian alami kekeringan.

SOKSINEWS.COM, Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah mengantisipasi gagal panen akibat musim kemarau dan kekeringan berkepanjangan pada 2019 yang juga memicu kebakaran hutan dan lahan.

"Kekeringan berkepanjangan ini membuat lahan padi gagal panen atau puso meningkat tajam tahun ini. Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah taktis untuk mengendalikan harga beras," kata Akmal melalui siaran pers dari Hubungan Masyarakat Fraksi PKS DPR yang diterima di Jakarta, Kamis, (10/10/19). 

Anggota legislatif dari Sulawesi Selatan itu meminta pemerintah melakukan manajemen stok pangan untuk mengantisipasi kemungkinan gagal panen dalam waktu satu bulan ke depan. Menurut dia, sejumlah daerah di Sulawesi sudah mulai menunjukkan gagal panen, seperti Bone, Bulukumba, Wajo, Pangkep, Maros, dan sekitarnya.

Bila tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah, Akmal memperkirakan akan terjadi gejolak harga beras pada November 2019. Apalagi, dia mendapat laporan data kekeringan pada luasan lahan pertanian pada 2019 meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meskipun saat ini sudah mulai terlihat akan segera masuk musim penghujan, lahan pertanian yang terancam puso mencapai 70 ribu hektare. Angka itu meningkat tajam bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai 30 ribu hektare," tuturnya.

Akmal mengatakan selain mengurangi stok pangan nasional, kegagalan panen juga memicu petani menanam komoditas selain beras sehingga tidak ada pasokan beras ke gudang. Akibatnya, petani juga menjadi konsumen beras.

Akmal berharap ancaman puso tersebut tidak ditanggapi pemerintah dengan melakukan impor beras secara besar-besaran.

"Kita akan melihat kinerja pemerintah satu bulan ke depan, apakah mampu mengatasi manajemen stok pangan atau mengambil jalan pintas dengan melakukan impor beras," katanya.[]

Berita Lainnya

Pengurus DPP Gabema Tapteng Sibolga Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

SOKSINEWS.COM, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabema Tapteng Sibolga periode 2019-2024 resmi dilantik di Jakarta, Minggu . . .

Nasional Minggu, 01 Maret 2020

Kemendes: 433 Desa Tanpa Listrik Segera Terang Benderang

SOKSINEWS.COM, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan sebanyak 433 desa yang . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020

Pemkab Kubu Raya Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

SOKSINEWS.COM, Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo mengajak seluruh masyarakat di kabupaten itu dan Kalimantan Barat umumnya untuk bersama-sama . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020

Wagub Jabar Bentuk Santri Siaga Bencana

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur Jawa Barat,  UU Ruzhanul Ulum meminta Kantor Pencarian dan Pertolongan untuk melatih dan membentuk . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020

OJK Kalteng Gencarkan Edukasi Dan Literasi Keuanagan Pada 2020

SOKSINEWS.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus menggencarkan edukasi dan literasi kepada masyarakat . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020