Senin, 11 November 2019

 

 

Ekonomi Korporasi

Sofyan Sebutkan Alasan Investor Lebih Tertarik Vietnam Dari Indonesia

Abubakar
Jumat, 11 Oktober 2019 13:57 WIB

Sofyan Sebutkan Alasan Investor Lebih Tertarik Vietnam Dari Indonesia
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil

SOKSINEWS.COM, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menyebutkan persoalan tanah menjadi salah satu alasan bagi investor lebih tertarik memindahkan pabriknya ke Vietnam daripada ke Indonesia.

Sofyan Djalil menjelaskan bahwa dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China menyebabkan 33 perusahaan keluar dari China untuk memindahkan lokasi pabrik setidaknya oleh 33 perusahaan, tapi dari jumlah tersebut tidak satu pun yang melirik Indonesia sebagai tujuan investasi mereka.

"Bahwa pasar yang besar saja tidak cukup menarik, karena banyak sekali persoalan-persoalan teknis dalam hal pertanahan. Kalau investor pergi ke Vietnam, tanah tidak dengan sistem penguasaan negara, sehingga tidak ada mafia tanah," kata Sofyan pada konferensi pers di Kementerian ATR/BPN Jakarta, Jumat, (11/10/19).

Sofyan menjelaskan salah satu alasan yang menghambat investasi asing ke dalam negeri adalah birokrasi izin pertanahan yang berbelit-belit, serta sengketa tanah akibat ulah mafia.

Padahal di sisi lain, Indonesia tengah menggenjot investasi dengan tujuan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menambah devisa negara.

Sofyan memaparkan berbagai kemudahan yang diterima investor di Vietnam untuk mengembangkan usahanya. Salah satu contoh yakni perusahaan elektronik terbesar, Samsung yang diberikan hak penggunaan tanah hingga 100 tahun.

"Samsung yang sudah membuat berbagai macam produk, datang ke Vietnam, lalu oleh Pemerintah Vietnam diberikan tanah selama 100 tahun seluas 30 ribu hektare untuk jadi kawasan industri," kata dia.

Menurut dia, selama ini pemerintah telah keliru dalam melakukan pendekatan soal pemanfaatan lahan. Seharusnya tanah dipandang sebagai fasilitas, bukan saja untuk mencari keuntungan.

Oleh karena itu, Kementerian ATR berupaya melakukan digitalisasi layanan pertanahan, salah satunya layanan elektronik hak tanggungan (HT-el) di 42 kantor pertanahan kabupaten/kota sebagai proyek percontohan.

Layanan pertanahan berbasis elektronik ini dilakukan dengan menggunakan tanda tangan elektronik atau "digital signature" yang akan mempermudah pengguna dalam memberikan persetujuan atau pengesahan Dokumen Elektronik Pertanahan.[]

Berita Lainnya

PT KAI Terbitkan Obligasi Kedua Senilai Rp22 Triliun

SOKSINEWS.COM, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerbitkan surat utang atau obligasi yang kedua senilai Rp2 triliun, di mana . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Satgas Waspada Investasi: Baru 127 Pinjaman Daring Legal

SOKSINEWS.COM, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan saat ini baru ada 127 pinjaman online atau . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Ibu Kota Negara Dipindahkan, Kalimantan Butuh Penataan Provinsi

SOKSINEWS.COM, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menilai Pulau Kalimantan butuh penataan provinsi sebelum ibu kota negara di . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Menhub: Tarif LRT Jabodebek Bisa Kurang dari Rp12.000

SOKSINEWS.COM, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut tarif Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Menteri ESDM Minta Maknai Hari Pahlawan Dengan Hal Produktif

SOKSINEWS.COM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengingatkan agar peringatan Hari Pahlawan tak hanya . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019