Jumat, 22 November 2019

 

 

Nasional Humaniora

Kemensos: Masyarakat Harus Miliki Pengetahuan Hadapi Bencana Alam

Abubakar
Rabu, 16 Oktober 2019 15:48 WIB

Kemensos: Masyarakat Harus Miliki Pengetahuan Hadapi Bencana Alam
Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Ni Masjitoh Tri Siswandewi.

SOKSINEWS.COM,  Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyatakan masyarakat harus memiliki pengetahuan tentang cara menghadapi bencana alam, terutama yang tinggal di zona merah atau rawan bencana sehingga mampu menekan korban jiwa saat terjadi musibah.

"Hasil riset di Jepang yang ditolong oleh orang lain itu hanya 1,5 persen, lebih banyak ditolong oleh dirinya sendiri," kata Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Ni Masjitoh Tri Siswandewi pada Diplomatic Forum bertajuk multilateralisme dan masa depan tangguh yang berkelanjutan di Jakarta, Rabu, (16/10/19).

Apalagi, kata dia, Indonesia berada di Cincin Api Pasifik dan menjadi negara kepulauan yang dikelilingi laut sehingga terus berpotensi menghadapi gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi serta banjir.

Oleh karena itu, masyarakat harus memiliki pengetahuan cara menghadapi bencana alam termasuk penanganan setelah kejadian. Banyaknya korban yang jatuh dikarenakan tidak mengetahui langkah yang mesti dilakukan akibat panik.

Setelah memiliki bekal pengetahuan tersebut, masyarakat disarankan membangun fasilitas pendukung seperti rumah atau bangunan ramah gempa bumi.

Untuk membangun rumah yang ramah gempa bumi, memang dibutuhkan biaya cukup besar. Namun, hal itu perlu dilakukan guna menekan kerugian materi dan korban jiwa dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu hati-hati dalam mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diajukan masyarakat. Apalagi, daerah tersebut termasuk zona merah atau rawan bencana.

Dalam hal ini, pemerintah pusat maupun daerah diminta terus berkoordinasi dengan para peneliti untuk memastikan lokasi yang akan dibangun aman dari jalur gempa bumi.

"Jadi ketika sudah terdeteksi oleh kawan-kawan peneliti misalnya LIPI menyatakan tidak boleh dibangun, ya jangan dibangun," katanya.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait lainnya agar terus menambah wawasan terkait kebencanaan sekaligus membangun rumah atau bangunan ramah gempa.

"Sulawesi Tengah sepertinya sudah mulai membangun rumah ramah gempa tersebut," kata dia.[]

Berita Lainnya

BBPOM Yogyakarta Musnahkan 125 Kilogram Obat Kedaluwarsa

SOKSINEWS.COM, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta melakukan pemusnahan terhadap obat-obatan yang telah rusak . . .

Nasional Kamis, 21 November 2019

Menag Fachrul Razi Bakal Buka Dialog Soal Kasus First Travel

SOKSINEWS.COM, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan membuka dialog untuk mencari jalan . . .

Nasional Kamis, 21 November 2019

Ketua DPRD Depok Minta Kasus Hepatitis A Ditangani Serius

SOKSINEWS.COM, Ketua DRPD Kota Depok TM Yusufsyah Putra meminta kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat untuk . . .

Nasional Kamis, 21 November 2019

Banyumas Terima Sertifikat WTP Dari Dirjen Perbendaharaan

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerima sertifikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Direktorat . . .

Nasional Kamis, 21 November 2019

Kejaksaan Kapuas Hulu Musnahkan 4,5 Ton Batu Antimoni

SOKSINEWS.COM, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu memusnahkan barang bukti atas perkara kepabeanan terkait kasus penyelundupan batu . . .

Nasional Kamis, 21 November 2019