Jumat, 17 Januari 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Ikan Patin Hasil Budidaya UMKM Kampar Rambah Pasar China

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 18 Oktober 2019 11:46 WIB

Ikan Patin Hasil Budidaya UMKM Kampar Rambah Pasar China
Pekerja sedang panen ikan patin dengan menggunakan cara tradisional di Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berpeluang ekspor antara lain ke China. (Salman Alfasri/Frislidia)

SOKSINEWS.COM, Ikan patin hasil budidaya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, kini mulai merambah pasar China.

"Permintaan dalam jumlah besar ikan asap ini datang dari China, selain itu mereka juga meminta agar pembudidaya menyediakan ikan patin dengan tekstur daging ikan patin yang bewarna putih," kata Khairul Ikhsan pemilik usaha budidaya ikan patin di Kampar, Jumat (18/10/19).

Menurut Ikhsan, peluang ekspor untuk meningkatkan pemasaran ikan patin sudah terbuka, apalagi ikan segar ataupun ikan asap tersebut memiliki tekstur yang berbeda dari ikan asap yang sudah beredar di pasar internasional.

Ia menyebutkan selain ikan segar, produk olahan ikan berupa ikan patin asap juga sudah merambah pasar internasional di samping memiliki pasar di Pulau Sumatera.

"Untuk penjualan ikan patin segar, kami sudah mengisi pasar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Jambi, Palembang dan provinsi lainnya di Pulau Sumatera dengan kisaran harga Rp15.500 per kilogram," katanya.

Ikhsan menyebutkan omzet yang diperoleh mencapai Rp35-50 juta per bulan sedangkan budidaya ikan patin, dilakukan pada kolam ikan berukuran 30x 20 meter dengan jumlah bibit ikan mencapai 20 ribu ekor per kolam. Pakan yang diberikan tiap kolam mencapai 7-8 ton per per bulan sedangkan produksi dari semua kolam mencapai 50 ton lebih setiap bulan.

Ia mengatakan untuk pakan ikan berupa pakan hasil swadaya lebih untuk meminimkan biaya karena pakan pabrikan yang mahal sehingga pakan ikan gilingan tersebut dibuat secara mandiri.

Sementara itu sentra bahan baku untuk pembuatan pakan tersebut seperti dedak padi dan ikan asin berasal Jawa dan dominan dari Sumatera Barat, sekaligus menghemat ongkos produksi pengolahan ikan.

Pengolahan pakan ikan tersebut dikerjakan tiga karyawan sedangkan proses pengerjaan sebagian besar dilakukan di gudang penggilingan, dan keberadaan gudang penggilingan pakan ikan ini diharapkan bisa mengurangi pengangguran di desa itu.

"Untuk upah pengerjaan pembuatan pakan ini dibayar Rp250 per kilogram dan setiap bulan pekerja bisa mengantongi gaji sebesar Rp2-3 juta. Besaran upah diberikan berdasarkan banyak jumlah pakan yang siap dikerjakan," katanya.[]

Berita Lainnya

Sri Mulyani Sebut Devisit APBD 2019 RP353 Triliun

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari . . .

Ekonomi Selasa, 07 Januari 2020

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019