Selasa, 12 November 2019

 

 

Nasional Politik

Pandangan Akbar Tanjung Soal Manuver Oposisi Ke Dalam Kabinet

Abubakar
Sabtu, 19 Oktober 2019 14:33 WIB

Pandangan Akbar Tanjung Soal Manuver Oposisi Ke Dalam Kabinet
Politisi Senior Partai Golkar, Akbar Tanjung

SOKSINEWS.COM, ??????Politisi Senior Partai Golkar, Akbar Tanjung memiliki pandangan terkait manuver Partai Gerindra dan Partai Demokrat yang ingin menduduki posisi menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Padahal, semula Partai Gerindra dan Partai Demokrat bukan menjadi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang terpilih pada Pemilu serentak 2019.

"Wajar saja kalau seandainya yang duduk dalam kabinet adalah mereka-mereka yang bukan pendukung Pak Jokowi," ujar Akbar di Jakarta, Sabtu, (19/10/19).

Kewajaran itu karena dalam Pemilihan Umum 2019, persaingan dua kubu lebih tepat dikatakan sebagai suatu kontestasi daripada hubungan koalisi-oposisi.

"Saya kira dalam khasanah berpolitik kita, barangkali kurang begitu tepat jika kita menggunakan istilah oposisi," ujar Akbar.

Akbar melihat partai-partai politik secara bersama-sama bertransformasi menguatkan kelembagaan dan kekuatan politiknya untuk meningkatkan mekanisme 'checks and balances'.

Penguatan itu mengingat di dalam berpolitik sangat erat kaitannya dengan kekuasaan. Kata Akbar, 'checks and balances' diperlukan agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan.

"Kekuasaan itu tentu harus diimbangi, selalu diawasi, itu yang dinamakan mekanisme 'checks and balances'. Partai-partai memposisikan kekuatan membangun sistem politik berbasis kepada sistem 'checks and balances'," ujar Akbar.

Mekanisme 'checks and balances' merupakan tatanan penyelenggaraan negara yang memberi kewenangan antarlembaga kekuasaan negara (legislatif, eksekutif, yudikatif) untuk saling mengontrol dan menyeimbangkan pelaksanaan kekuasaannya masing-masing.

Oleh sebab itu, Akbar mengatakan sah-sah saja bila setiap partai politik yang berkontestasi dan tidak mendukung Presiden terpilih, Joko Widodo, menduduki posisi menteri di kabinet dalam rangka memperkuat mekanisme 'checks and balances' tadi.

"Demi kemajuan bangsa kita, komitmen kebangsaan kita, komitmen nasional kita, demi semangat membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia maju," ujar Akbar.[]

Berita Lainnya

Bulog Miliki Beras Fortifikasi Atasi Masalah Stunting

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan bahwa saat ini perusahaan itu sudah menyediakan . . .

Nasional Selasa, 12 November 2019

KPK Hormati Putusan Hakim Tolak Praperadilan Imam Nahrawi

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati putusan Hakim Tunggal Elfian yang menolak seluruh permohonan . . .

Nasional Selasa, 12 November 2019

Menteri PANRB Tunggu "Feedback" K/L Terkait Kajian Pemangkasan Eselon

SOKSINEWS.COM, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menunggu hasil kajian dari . . .

Nasional Selasa, 12 November 2019

Polisi Tangkap Seorang Pria Tipu Gadis Muda

SOKSINEWS.COM, Petugas kepolisian di Mapolsek Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, menangkap Kasmin (39), warga . . .

Nasional Selasa, 12 November 2019

DPRD Jabar Dorong UPTD BPPT Unggas Jatiwangi Berinovasi

SOKSINEWS.COM, Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar) mendorong UPTD BPPT Unggas Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, untuk terus melakukan . . .

Nasional Selasa, 12 November 2019