Rabu, 11 Desember 2019

 

 

Ekonomi

BI NTT Musnahkan 2 Triliun Uang Lusuh

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 30 Oktober 2019 13:17 WIB

BI NTT Musnahkan 2 Triliun Uang Lusuh
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rut Eka Trisilowati, memberikan sambutan dalam kegiatan peringatan Hari Oeang ke-73 yang digelar di Gedung Kantor Keuangan Negara, Kota Kupang, Rabu. (Antara foto/Aloysius Lewokeda)

SOKSINEWS.COM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur telah memusnahkan uang lusuh yang tidak layak edar senilai Rp2 triliun yang beredar di provinsi setempat selama periode Januari-September 2019.

"Penggunaan uang lusuh Rp2 triliun yang kami musnahkan ini meningkat sekitar 25 persen dibandingkan 2018," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rut Eka Trisilowati, dalam kegiatan peringatan Hari Oeang ke-73 yang digelar di Gedung Kantor Keuangan Negara, Kota Kupang, Rabu.

Dia menjelaskan, jumlah uang rupiah yang dikeluarkan Bank Indonesia dan beredar di NTT selama Januari-September mencapai sebesar Rp4,5 triliun.



Di sisi lain, lanjutnya, penggunaan uang lusuh yang tidak layak edar di masyarakat pada periode tersebut juga meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp1,6 triliun.

Menurut Trisilowati, tingginya data uang lusuh menunjukkan kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga mata uang Rupiah masih sangat rendah.

"Ini tercermin dari data uang lusuh mencapai 45 persen dari jumlah uang Rupiah layak edar yang kami keluarkan pada periode yang sama," katanya.



Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, pihaknya meluncurkan Program Peduli dan Sadar Rupiah yang dinamakan NTT PADAR untuk meningkatkan edukasi terhadap masyarakat dalam menjaga mata uang Rupiah.

Dia mengatakan, melalui program itu, masyarakat diarahkan untuk segera menukarkan uang lusuh ke bank umum terdekat agar lebih nyaman dalam melakukan transaksi ekonomi.

Apabila terdapat uang robek, terbakar, atau termakan rayap, lanjutnya, maka masyarakat dapat menukarkan di Bank Indonesia maupun pada bank umum di daerah-daerah dengan memenuhi syarat dalam penukaran uang rusak.

"Prinsipnya Program NTT PADAR ini kami hadirkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaiaman memperlakukan uang dengan baik serta kepedualian dalam menggunakan uang layak edar," katanya.

Berita Lainnya

Dirjen Pajak Akui Pertumbuhan Penerimaan Pajak Cukup Berat Tahun Ini

SOKSINEWS.COM, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyebutkan pertumbuhan penerimaan pajak 2019 cukup berat . . .

Ekonomi Rabu, 11 Desember 2019

OJK: Penguatan Bank Muamalat Oleh Calon Investor Masih Berproses

SOKSINEWS.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan hingga saat ini penguatan modal di Bank Muamalat oleh para calon investor . . .

Ekonomi Senin, 09 Desember 2019

Wamenlu: Perusahan AS Berkomitmen Investasi Lebih Besar di RI

SOKSINEWS.COM, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

BI Dorong Hilirisasi Rumput Laut Tingkatkan Daya Saing Ekspor

SOKSINEWS.COM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel)  mendorong program hilirisasi rumput laut . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

OJK Imbau Masyarakat Sulut Waspadai Investasi Bodong

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Slamet Wibowo mengimbau seluruh . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019