Kamis, 14 November 2019

 

 

Internasional

Pemimpin Oposisi Bolivia Serukan Pemilihan Presiden Baru

Abubakar
Senin, 04 November 2019 09:35 WIB

Pemimpin Oposisi Bolivia Serukan Pemilihan Presiden Baru
Pemimpin oposisi Bolivia menyelesaikan krisis politik yang melanda negara

SOKSINEWS.COM, Pemimpin oposisi Bolivia pada Minggu menyerukan pemilihan baru untuk menyelesaikan krisis politik yang melanda negara itu sejak pemungutan suara 20 Oktober yang menurut pemerintah Bolivia dimenangi oleh Presiden sayap kiri Evo Morales, yang memicu protes.

Mantan presiden Bolivia Carlos Mesa, saingan terdekat Morales dalam penghitungan suara resmi, mengatakan, "Solusi terbaik untuk krisis ini adalah pemilihan baru."

Jalan-jalan di negara yang terletak di Pegunungan Andes itu sebagian besar sepi selama akhir pekan, dengan beberapa blokade jalan yang tersebar dan aksi damai. Tetapi retorika pemerintah dan kepemimpinan oposisi semakin keras pada Minggu, (03/11/19).

Mesa, 66, yang memerintah Bolivia dari 2003 hingga 2005, mengatakan para pendukungnya akan tetap berada di jalan-jalan dalam protes damai sampai solusi untuk krisis tercapai. Pihak oposisi sebelumnya meminta Morales untuk mundur.

Pendukung Morales dan Mesa bentrok dalam protes pasca- pemilu. Dua orang tewas dalam kerusuhan pada Rabu, kematian pertama dalam ketegangan yang berlangsung hampir dua minggu.

Seorang juru bicara pemerintahan Morales tidak segera mengomentari seruan Mesa untuk pemilihan baru.

Morales, 60, telah berkuasa selama hampir 14 tahun. Dia dinyatakan sebagai pemenang pemilihan dengan selisih kurang dari 10 poin persentase yang dibutuhkan untuk kemenangan langsung, menghindari limpasan. Hasil itu menimbulkan kontroversi setelah penghitungan suara dihentikan untuk satu hari ketika pemilihan tampaknya menuju putaran kedua.

Setelah penghitungan suara dimulai kembali oleh pihak berwenang di tengah protes dari oposisi, pemerintah asing dan pemantau pemilu, terdapat perbedaan tajam suara pendukung Morales yang memberinya cukup suara untuk menghindari putaran kedua yang berisiko.[]

Berita Lainnya

Presiden China XI Undang PM India Modi Kunjungi China lagi

SOKSINEWS.COM, Presiden Cina Xi Jinping mengundang Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mengunjungi China lagi tahun depan . . .

Internasional Kamis, 14 November 2019

Puluhan Ribu Tahanan ISIS Di Suriah Bisa Jadi Bom Waktu

SOKSINEWS.COM, Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat di Suriah timur laut menimbulkan risiko . . .

Internasional Rabu, 13 November 2019

Tabrakan Kereta di Bangladesh Tewaskan 14 Orang

SOKSINEWS.COM, Dua kereta bertabrakkan di Bangladesh Timur pada Selasa (12/11/12) pagi, menewaskan sedikitnya 14 orang dan . . .

Internasional Selasa, 12 November 2019

Menlu Meksiko: Harusnya Tidak Ada Kudeta di Bolivia

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard  menyatakan bahwa negaranya menolak apa yang dianggapnya sebagai . . .

Internasional Senin, 11 November 2019

Suriah Akan Kembali Dibahas 25 November Di Jenewa

SOKSINEWS.COM, Seorang utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pembahasan soal Suriah pada Jumat berjalan lebih baik . . .

Internasional Sabtu, 09 November 2019