Jumat, 17 Januari 2020

 

 

Internasional

Pemimpin Oposisi Bolivia Serukan Pemilihan Presiden Baru

Abubakar
Senin, 04 November 2019 09:35 WIB

Pemimpin Oposisi Bolivia Serukan Pemilihan Presiden Baru
Pemimpin oposisi Bolivia menyelesaikan krisis politik yang melanda negara

SOKSINEWS.COM, Pemimpin oposisi Bolivia pada Minggu menyerukan pemilihan baru untuk menyelesaikan krisis politik yang melanda negara itu sejak pemungutan suara 20 Oktober yang menurut pemerintah Bolivia dimenangi oleh Presiden sayap kiri Evo Morales, yang memicu protes.

Mantan presiden Bolivia Carlos Mesa, saingan terdekat Morales dalam penghitungan suara resmi, mengatakan, "Solusi terbaik untuk krisis ini adalah pemilihan baru."

Jalan-jalan di negara yang terletak di Pegunungan Andes itu sebagian besar sepi selama akhir pekan, dengan beberapa blokade jalan yang tersebar dan aksi damai. Tetapi retorika pemerintah dan kepemimpinan oposisi semakin keras pada Minggu, (03/11/19).

Mesa, 66, yang memerintah Bolivia dari 2003 hingga 2005, mengatakan para pendukungnya akan tetap berada di jalan-jalan dalam protes damai sampai solusi untuk krisis tercapai. Pihak oposisi sebelumnya meminta Morales untuk mundur.

Pendukung Morales dan Mesa bentrok dalam protes pasca- pemilu. Dua orang tewas dalam kerusuhan pada Rabu, kematian pertama dalam ketegangan yang berlangsung hampir dua minggu.

Seorang juru bicara pemerintahan Morales tidak segera mengomentari seruan Mesa untuk pemilihan baru.

Morales, 60, telah berkuasa selama hampir 14 tahun. Dia dinyatakan sebagai pemenang pemilihan dengan selisih kurang dari 10 poin persentase yang dibutuhkan untuk kemenangan langsung, menghindari limpasan. Hasil itu menimbulkan kontroversi setelah penghitungan suara dihentikan untuk satu hari ketika pemilihan tampaknya menuju putaran kedua.

Setelah penghitungan suara dimulai kembali oleh pihak berwenang di tengah protes dari oposisi, pemerintah asing dan pemantau pemilu, terdapat perbedaan tajam suara pendukung Morales yang memberinya cukup suara untuk menghindari putaran kedua yang berisiko.[]

Berita Lainnya

Dubes RRC Tuding AS Ingin Rusak Stabilitas Politik Hong Kong

SOKSINEWS.COM, Duta Besar RRC untuk Indonesia Xiao Qian mensinyalir ada keterlibatan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara . . .

Internasional Jumat, 13 Desember 2019

Drone Pengintai-Penyerbu Perlu Dilibatkan Dalam Patroli Perbatasan RI-Malaysia

SOKSINEWS.COM, Kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia ini dibuat usai Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin mengadakan . . .

Internasional Kamis, 12 Desember 2019

Mendag: Perjanjian Kemitraan Indonesia-Korsel Tingkatkan Ekspor Dan Investasi

SOKSINEWS.COM, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang memimpin delegasi misi dagang Indonesia menyampaikan saat ini adalah waktu . . .

Internasional Kamis, 28 November 2019

Indonesia Majukan Resolusi PBB Inklusi Keuangan Dan Sains, Teknologi

SOKSINEWS.COM, Komite II Sidang Majelis Umum PBB yang membawahi isu-isu ekonomi, keuangan, pembangunan, dan lingkungan hidup telah . . .

Internasional Rabu, 27 November 2019

Hindari Bentrokan, Para Pemilih Hong Kong Antre Lebih Pagi Di TPS

SOKSINEWS.COM, Para warga Hong Kong di sejumlah lokasi mengantre lebih awal pada Minggu pagi karena khawatir proses pemungutan . . .

Internasional Minggu, 24 November 2019