Kamis, 14 November 2019

 

 

Internasional

Diplomat AS Beritahu Panel Pemakzulan Didesak Mencuit Dukungan Trump

Abubakar
Selasa, 05 November 2019 10:53 WIB

Diplomat AS Beritahu Panel Pemakzulan Didesak Mencuit Dukungan Trump
Presiden Donald Trump

SOKSINEWS.COM, Dua diplomat AS mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Departemen Luar Negeri AS digunakan buat tujuan politik dalam negeri di bawa Donald Trump'>Presiden Donald Trump dan memperingatkan itu akan merugikan kepentingan Amerika.

Menurut transkrip yang disiarkan pada Senin (4/11) mengenai penyelidikan pemakzulan oleh panel Urusan Luar Negeri, Intelijen dan Pengawasan Parlemen, mereka memberikan gambaran terperinci mengenai tekanan yang dirasakan oleh diplomat senior AS. Sekutu Trump, kata mereka, berusaha menekan Ukraina agar melakukan penyelidikan mengenai pesaing politik dalam negeri presiden dari Republik tersebut.

Marie Yovanovitch, yang secara mendadak ditarik oleh Trump sebagai duta besar untuk Ukraina pada Mei, mengatakan kepada komite Dewan Perwakilan Rakyat mengenai serangan terhadap dirinya di media konservatif dan dari sekutu dekat Trump, yang mempertanyakan kesetiaan dia kepada presiden.

"Saya terkejut," kata Marie Yovanovitch saat mengetahui dari Asisten Menteri Luar Negeri Philip Reeker bahwa Trump ingin dia melepaskan jabatannya, sebagaimana dikutip Reuters. Selasa, (05/11/19).

Rudy Giuliani, pengacara pribadi presiden, dan Donald Trump Jr., putra presiden, juga telah mengunggah kecaman terhadap dia di media sosial.

"Jika ada putra presiden berkata, kalian tahu, kita perlu menarik badut-badut ini, atau namun ia merujuk kepada saya, itu membuat keadaan jadi berat untuk menjadi duta besar yang dapat dipercaya di satu negara," kata wanita pejabat tersebut.

Yovanovitch mengatakan ia pertama mengetahui pada akhir 2018 bahwa Giuliani telah terlibat dalam kebijakan Ukraina ketika para pejabat Ukraina memberitahu dia mengenai komunikasi mantan wali kota New York dengan mantan jaksa agun Ukraina.

Ia menggambarkan bagaimana Gordon Sondland, Duta Besar AS untuk Uni Eropa, telah mendesak dia agar menggunakan Twitter untuk menyampaikan dukungan buat Trump guna menyelamatkan pekerjaannya. "Ia mengatakan, kalian tahu, kamu perlu menjadi besar atau pulang. Kamu perlu, kamu tahu, mencuit bahwa kamu mendukung presiden," katanya.

Beberapa saksi telah mengatakan Sondland, donor utama Trump, memainkan peran penting dalam kebijakan Ukraina, kendati negara tersebut bukan bagian dari Uni Eropa. Sondland juga bersaksi dalam penyelidikan Parlemen, dan transkripnya diperkirakan dikeluarkan Selasa.

Michael McKinley, mantan penasehat senior Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, mengatakan kepada para penyelidik Parlemen bahwa ia meninggalkan posisinya setelah Departemen Luar Negeri memilih untuk tidak mempertahankan Yovanovitch dari kecaman Trump dan sekutu politiknya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan mengenai "mengenai apa yang kelihatan sebagai pemanfaatan duta besar kita di luar negeri untuk menggolkan sasaran politik dalam negeri", kata McKinley kepada
anggota Parlemen.

"Saya merasa ini bukan cara kita memelihara keutuhan pekerjaan yang kita lakukan di luar perbatasan. Kita dimaksudkan memproyeksikan sikap tidak memihak di luar negeri," katanya.

Penyelidikan Parlemen, yang dipimpin Demokrat, dipusatkan pada percakapan telepon 25 Juli, saat Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy agar menyelidiki mantan wakil presiden Joe Biden, pesaing utama dari Demokrat saat Trump berusaha terpilih kembali pada November 2020.[]

sumber: Reuters

Berita Lainnya

Presiden China XI Undang PM India Modi Kunjungi China lagi

SOKSINEWS.COM, Presiden Cina Xi Jinping mengundang Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mengunjungi China lagi tahun depan . . .

Internasional Kamis, 14 November 2019

Puluhan Ribu Tahanan ISIS Di Suriah Bisa Jadi Bom Waktu

SOKSINEWS.COM, Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat di Suriah timur laut menimbulkan risiko . . .

Internasional Rabu, 13 November 2019

Tabrakan Kereta di Bangladesh Tewaskan 14 Orang

SOKSINEWS.COM, Dua kereta bertabrakkan di Bangladesh Timur pada Selasa (12/11/12) pagi, menewaskan sedikitnya 14 orang dan . . .

Internasional Selasa, 12 November 2019

Menlu Meksiko: Harusnya Tidak Ada Kudeta di Bolivia

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard  menyatakan bahwa negaranya menolak apa yang dianggapnya sebagai . . .

Internasional Senin, 11 November 2019

Suriah Akan Kembali Dibahas 25 November Di Jenewa

SOKSINEWS.COM, Seorang utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pembahasan soal Suriah pada Jumat berjalan lebih baik . . .

Internasional Sabtu, 09 November 2019