Rabu, 11 Desember 2019

 

 

Humaniora

Mendikbud: Paud Dan Pendidikan Keluarga Penting Bagi Pengembangan Anak

Abubakar
Selasa, 05 November 2019 11:10 WIB

Mendikbud: Paud Dan Pendidikan Keluarga Penting Bagi Pengembangan Anak
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem

SOKSINEWS.COM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan keluarga memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan anak.

"Banyaknya bukti hasil penelitian di bidang psikologi, neuroscience dan pendidikan yang menyimpulkan bahwa rangsangan pendidikan awal pada anak sejak dalam kandungan hingga akhir masa usia dini, usia 6-8 tahun, akan berdampak positif pada seluruh aspek perkembangan anak, bukan kecerdasan saja tetapi seluruh kecakapan hidup," katanya diwakili oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Kemdikbud Harris Iskandar dalam Seminar Internasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga di Jakarta, Selasa, (05/11/19).

Menurut dia peran keluarga dan satuan pendidikan penyelenggara PAUD menjadi sangat penting. Terlebih tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia terkait dengan potensi tumbuh kembang anak masih cukup berat.

Ia merujuk data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih sekitar tujuh persen, imunisasi tidak lengkap 41 persen, tidak memperoleh ASI ekslusif lengkap 48 persen, cacingan 28 persen dan stunting 30,8 persen, berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dan sumber lain.

Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran orang tua dalam pengasuhan anak. Hal itu membutuhkan program yang konvergen bersama kementerian dan lembaga terkait.

Indonesia, katanya, telah memiliki payung hukum untuk pelaksanaan itu, yaitu Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Melalui Inpres tersebut, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting. Program tersebut melibatkan kementerian/lembaga terkait, termasuk di dalamnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal tersebut menggarisbawahi pentingnya intervensi sumber daya manusia terhadap masa depan anak sejak usia dini, baik melalui PAUD maupun pendidikan keluarga, demikian Harris Iskandar.[]

Berita Lainnya

Gubernur Inginkan Peternak NTT Pelihara Sapi Premium

SOKSINEWS.COM, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, menginginkan agar para peternak sapi di provinsi berbasiskan . . .

Humaniora Jumat, 15 November 2019

Mendikbud: Paud Dan Pendidikan Keluarga Penting Bagi Pengembangan Anak

SOKSINEWS.COM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) . . .

Humaniora Selasa, 05 November 2019

Ghufron Tak Dilantik Sebagai Pimpinan KPK Adalah Pelanggaran Hukum

SOKSINEWS.COM, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, desakan untuk . . .

Humaniora Rabu, 30 Oktober 2019

Siswa SDN 2 Pasir Kupa Lebak Belajar di Lantai

SOKSINEWS.COM, Siswa SDN 2 Pasir Kupa Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti proses kegiatan belajar mengajar . . .

Humaniora Selasa, 29 Oktober 2019

Berkat Gol Dibala, Juventus Balikkan Keadaan Saat Menang Lawan Lokomotiv

SOKSINEWS.COM, Juventus membalikkan kedudukan berkat dua gol Paulo Dybala untuk mengamankan kemenangan 2-1 atas Lokomotiv Moskow, . . .

Humaniora Rabu, 23 Oktober 2019