Kamis, 12 Desember 2019

 

 

Nasional

Perekonomian NTT Triwulan III-2019 Tumbuh 3,87 Persen

Abubakar
Selasa, 05 November 2019 14:36 WIB

Perekonomian NTT Triwulan III-2019 Tumbuh 3,87 Persen
Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus

SOKSINEWS.COM, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat perekonomian di daerah itu  pada triwulan III-2019 tumbuh sebesar 3,87 persen secara year on year atau terhadap tiwulan III-2018.

Perekonomian NTT ini berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2019 mencapai Rp27,40 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp17,74 triliun.

Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus mengemukakan dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai usaha industri pengolahan sebesar 10,53 persen.

"Walaupun kontribusi hanya 1,29 persen namun industri pengolahan tumbuh paling besar terutama industri tenun dan furniture," katanya di Kupang, Selasa, (05/11/19).

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,63 persen.

Menurutnya, bila dibandingkan dengan triwulan II, ekonomi NTT pada triwulan III bertumbuh 2,95 persen dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha yakni usaha jasa keuangan sebesar 9,34 persen.

Sedang dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan tertinggi pada komponen konsumsi pemerintah sebesar 32,22 persen.

Darwis mengemukakan, sejumlah peristiwa penting terjadi pada triwulan III yang turut memengarhui perekonomian di NTT di antaranya, jumlah tamu menginap yang naik secara signifikan dari sekitar 86.000 orang menjadi sekitar 117.000 orang.

"Ini juga potensi baik buat NTT karena sektor pariwisata memiliki potensi yang cukup besar apalagi pada triwulan III juga ada musim liburan pada bulan Juli," katanya.

Selain itu, jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di provinsi setempat selama triwulan III naik dari 440.000-an orang menjadi 540.000-an orang.

Menurutnya, dari sisi harga-harga cukup terjaga dengan terjadinya deflasi pada September akibat penurunan indeks harga pada kelompok transportasi, bahan makanan, dan perumahan.

Selain itu, lanjutnya, terjadi kontraksi pada konsumsi lembaga non-profit terutama dipicu dari berakhirnya perayaan seperti Paskah, Sambut Baru, serta aktivitas partai politik dalam Pemilu 2019.

"Berbagai fenomena penting ini memiliki sumbangsih positif yang kemudian berdampak pada perekonomian triwulan III di daerah ini," katanya.[]

Berita Lainnya

Warga Gusuran Rumah Deret Tamansari: Aksi Satpol PP Ilegal!

SOKSINEWS.COM, Sejumlah warga menolak eksekusi lahan untuk proyek rumah deret Tamansari, Kota Bandung. Warga menilai, eksekusi . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Anggap Dukungan Sebagai Utang, Gibran: Saya Ganti Dengan Kebijakan

SOKSINEWS.COM, Gibran Rakabuming Raka sudah resmi mendaftar sebagai calon wali kota Solo periode 2020-2025. Gibran mengucapkan . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Ketua MPR Dorong Pemerintah Akselerasi Pembangunan SDM

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk segera mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM). . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Pengamat Prediksi Muktamar PPP Tidak Akan Terjadi Dualisme Kepemimpinan

SOKSINEWS.COM, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno memprediksi Partai Persatuan Pembangunan tidak akan mengalami . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Bos KAI Prediksi Kenaikan Penumpang 4 Persen Selama Nataru

SOKSINEWS.COM, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019