Jumat, 13 Desember 2019

 

 

Nasional

BPS: Angka Pengangguran Di Malut Didominasi Perempuan

Abubakar
Rabu, 06 November 2019 12:38 WIB

BPS: Angka Pengangguran Di Malut Didominasi Perempuan
Kepala BPS Malut Atas Perlindungan Lubis melalui siaran pers

SOKSINEWS.COM, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2019 sebesar 4,97 persen dengan angka pengangguran di Maluku Utara di dominasi oleh perempuan.

"Sedangkan, untuk TPT paling rendah tercatat di Kabupaten Halmahera Barat, yaitu 3,39 persen," kata Kepala BPS Malut Atas Perlindungan Lubis melalui siaran pers  di Ternate, Rabu, (06/11/19).

Ia menjelaskan untuk tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Maluku Utara berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan di antaranya laki-laki lebih tinggi ketimbang perempuan.

TPAK laki-laki tercatat sebesar 80,76 persen sementara perempuan hanya 47,59 persen.

Pada Agustus 2018 tercatat di Malut TPT tingkat SD ke bawah sebanyak 2.36 persen, SMP 2.15 persen, SMA 8,95, SMK 6,81 persen, Diploma I/II/III 6,59 persen, Universitas 5,84 persen. Sementara di tahun 2019 SD sebanyak 2,47 persen, SMP, 3,73 Persen, SMA 7,18 Persen, SMK 12,47 persen, Diploma I/II/III 10,53 persen, Universitas 4,37 persen, 

Sementara itu, angkatan kerja pada Agustus 2019 sebanyak 549,7 ribu orang, dan terbanyak berada di Kabupaten HaImahera Selatan, yaitu 105,8 ribu orang.

"Penduduk bekerja di Maluku Utara pada Agustus 2019 sebanyak 522,4 ribu orang. Penduduk bekerja terbanyak berada di Kabupaten Halmahera Selatan, yaitu 100,9 ribu orang," ujarnya.

Untuk TPAK Agustus 2019 sebesar 64,49 persen. TPAK paling tinggi tercatat di Kabupaten Pulau Taliabu, yaitu 74,43 persen. dan TPT Agustus 2019 sebesar 4,97 persen, di mana TPT paling rendah tercatat di Kabupaten Halmahera Barat, yaitu 3,39 persen.

"Pada Agustus 2019, sebesar 61,42 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal. Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan menyerap tenaga kerja terbanyak dari penduduk yang bekerja, yaitu 220,3 ribu orang," katanya.

Pada Agustus 2019, terdapat 31,69 persen penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu), mencakup 8,30 persen setengah penganggu dan 23,39 persen pekerja paruh waktu, demikian Atas Perlindungan Lubis.[]

Berita Lainnya

PPATK Dalami Rekening Kasino di Luar Negeri Milik Sejumlah Kepala Daerah

SOKSINEWS.COM, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) rupanya tengah menelusuri jejak-jejak transaksi keuangan . . .

Nasional Jumat, 13 Desember 2019

Sofyan Djalil Bagikan 3.025 Sertifikat Tanah di Kalsel

SOKSINEWS.COM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) membagikan 3.025 sertifikat tanah ke warga . . .

Nasional Jumat, 13 Desember 2019

Ditangkap, Buronan Kasus Narkoba Coba Suap Petugas Imigrasi Rp 2 Miliar!

SOKSINEWS.COM, Petugas Imigrasi yang bertugas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara menangkap seorang buronan kasus narkoba inisial . . .

Nasional Jumat, 13 Desember 2019

PA 212 Minta Kasus Sukmawati-Muwafiq Diproses, Akan Demo Lagi Jika Mangkrak

SOKSINEWS.COM, Massa aksi demonstrasi di Mabes Polri meminta polisi untuk melanjutkan proses hukum dari Sukmawati Soekarnoputri . . .

Nasional Jumat, 13 Desember 2019

Bamsoet: Wacana Lain Amandemen UUD 1945 di Luar GBHN Bukan dari MPR

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa rencana amandemen UUD 1945 guna untuk menghadirkan pokok-pokok . . .

Nasional Jumat, 13 Desember 2019