Selasa, 25 Februari 2020

 

 

Nasional

Pemkot Mataram Gelar Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan

Abubakar
Rabu, 06 November 2019 15:33 WIB

Pemkot Mataram Gelar Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan
Rakor Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan rapat koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sekaligus antisipasi titik-titik rawan banjir.

Kegiatan rakor yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lalu Martawang dan dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat, di Mataram, Rabu, (06/11/19). 

Wakil wali kota mengatakan, berdasarkan laporan dari BPBD, perkiraan awal musim hujan di Kota Mataram sekitar Bulan November di minggu pertama atau minggu kedua, sedangkan puncak musim hujan terjadi pada Bulan Januari atau Februari 2020.

"Karenanya, beberapa daerah yang rawan banjir seperti daerah-daerah yang berada di pesisir dan sungai serta beberapa titik rawan genangan air perlu segera diantisipasi," katanya.

Terutama, lanjutnya, pada beberapa tempat di Kota Mataram yang selalu menjadi langganan banjir, misalnya di Daerah Gedur dan Karang Buaya, yang dipicu karena sedimennya yang cukup tinggi.

"Karena itu perlu diantisipasi juga karena itu pasti akan meluap airnya," katanya.

Di sisi lain, Mohan mengingatkan, camat dan lurah yang daerahnya berdekatan dengan sungai untuk segera mengingatkan warganya agar bisa mengantisipasi lebih awal.

"Selain tu, perlu ada pembentukan posko-posko sehingga bisa langsung menyiapkan skenario apa yang harus dilaksanakan untuk mencegah adanya bencana," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir di kawasan Karang Buaya telah dilakukan normalisasi saluran secara manual dan menggunakan alat berat.

"Kami sudah beberapa kali melakukan normalisasi di kawasan tersebut, tetapi kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah disaluran mempercepat terjadinya sedimentasi," katanya.

Selain di Karang Buaya, kegiatan normalisasi juga dilakukan di kawasan Kekalik, Sekarbela, Tanah Haji serta titik-titik potensi genangan lainnya.

"Untuk berikutnya, kami akan melakukan normalisasi di Kali Gedur sesuai arahan wakil wali kota," ujarnya.[]

Berita Lainnya

YAPPIKA Dorong Peta Penyelesaian Infrastruktur Pendidikan Di Kupang

SOKSINEWS.COM, Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA)-ActionAid mendorong Pemerintah . . .

Nasional Senin, 24 Februari 2020

Tim Gabungan Akhirnya Temukan Jasad Balita Terbawa Arus

SOKSINEWS.COM, Tim gabungan Basarnas dan BPBD Cianjur, Jawa Barat, akhirnya menemukan jasad Riko (2) balita yang dilaporkan hilang . . .

Nasional Senin, 24 Februari 2020

BPK Jatim Akan Periksa Dana Hibah Pilkada

SOKSINEWS.COM,  Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Provinsi Jawa Timur, Joko Agus Setyono mengatakan akan . . .

Nasional Senin, 24 Februari 2020

Sultan HM X Yakin Kepsek SMPN 1 Turi Bakal Kena Sanksi

SOKSINEWS.COM, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meyakini Kepala Sekolah SMPN 1 Turi, Sleman bakal . . .

Nasional Senin, 24 Februari 2020

Polisi Datangi Pedagang Untuk Menjaga Kondusivitas Usai Penertiban PKL

SOKSINEWS.COM, Sat Intelkam Polres Metro mendatangi para pedagang di Pasar Cenderawasih dan pedagang kaki lima (PKL) Agus Salim . . .

Nasional Senin, 24 Februari 2020