Senin, 24 Februari 2020

 

 

Ekonomi

BI: Indonesia Peringkat Pertama Dunia Pengembangan Keuangan Syariah

Abubakar
Kamis, 07 November 2019 09:04 WIB

BI: Indonesia Peringkat Pertama Dunia Pengembangan Keuangan Syariah
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo

SOKSINEWS.COM, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyebut peringkat Indonesia naik cukup signifikan dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah dunia, dari peringkat enam menjadi pertama, sesuai data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019.

"Optimisme perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin kuat seiring penghargaan Indonesia dari Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019, yang mendudukan Indonesia sebagai negara peringkat pertama dunia dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah," kata Dody di Surabaya, Kamis, (07/11/19).

Dody dalam gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 mengatakan, Bank Indonesia akan terus menjaga komitmen untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dalam gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 yang bertema "Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia" di Grand City Convention and Exhibition Surabaya.

"Sinergi yang kuat dalam naungan KNKS tentunya menjadi penting untuk terus dijaga dan menjadi modal yang besar dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia di masa yang akan datang," katanya.

Selain itu, sinergi juga menjadi syarat utama yang harus dipenuhi untuk memperkuat pelaksanaan empat strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air.

Seperti tercantum dalam masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang mencakup penguatan rantai nilai halal, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta pemanfaatan ekonomi digital.

"Fesyar Indonesia 2019 merupakan salah satu strategi dalam memperkuat dan mempromosikan sistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," katanya.

Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan itu mengatakan sinergi penguatan ekonomi dan keuangan syariah juga terus dilakukan oleh pemerintahannya, salah satunya melalui program "One Pesantren One Product" (OPOP) yang saat ini telah mencapai sekitar 200 produk dan telah masuk menjadi salah satu program dalam RAPBD 2020 serta bersinergi dengan DPRD Jawa Timur.

"Pasar ekonomi dan keuangan syariah juga terus kami manfaatkan, sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," katanya.

Ia mengatakan, pasar keuangan syariah, pembiayaan ekonomi syariah tentunya butuh dana yang tidak sedikit, dan perbankan syariah masih memliki ruang yang sangat besar untuk mengembangkannya.

Sementara itu, Fesyar Indonesia 2019 digelar sampai 9 November 2019 dengan berbagai kegiatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.[]

Berita Lainnya

Pengamat: Kredit UMI Dorong Kemajuan Ekonomi Daerah

SOKSINEWS.COM,  Pengamat UMKM Universitas Tanjungpura Pontianak, Muhammad Fahmi, MM, AK, Ca menyebutkan kredit Ultra Mikro . . .

Ekonomi Senin, 24 Februari 2020

Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi RI Direvisi Jadi Momentum Berbenah

SOKSINEWS.COM, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menilai revisi . . .

Ekonomi Jumat, 21 Februari 2020

Mendag Gandeng Pelaku Usaha India Tingkatkan Perdagangan

SOKSINEWS.COM,Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan pentingnya berkolaborasi dengan pelaku usaha India dalam meningkatkan . . .

Ekonomi Jumat, 21 Februari 2020

Online Marketplace B2B Dorong Kemajuan UMKM

SOKSINEWS.COM, Online marketplace B2B (Business to Business) di Indonesia, yakni Ralali.com terus mengembangkan ekosistem yang . . .

Ekonomi Jumat, 21 Februari 2020

Presiden Jokowi: Investasi Jalan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo menyebut investasi merupakan jalan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah ekonomi . . .

Ekonomi Kamis, 20 Februari 2020