Jumat, 17 Januari 2020

 

 

Internasional

Dubes China Untuk Asean Harap Kode Etik LCS Selesai Tepat Waktu

Abubakar
Kamis, 07 November 2019 09:31 WIB

Dubes China Untuk Asean Harap Kode Etik LCS Selesai Tepat Waktu
Duta Besar China untuk Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Huang Xilian

SOKSINEWS.COM, Duta Besar China untuk Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Huang Xilian, berharap kode etik atau code of conduct untuk Laut China Selatan dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun, sebagaimana telah ditetapkan dalam jadwal yang ditentukan.

“Proses (kode etik) berjalan dengan baik. Kita telah menyelesaikan pembacaan pertama (first reading) dan sudah memulai pembicaraan kedua. Saya berharap dapat selesai dalam waktu tiga tahun sebagaimana dikatakan pimpinan saya sebelumnya,” kata Dubes Huang dalam acara resepsi perpisahan dirinya di Hotel Mulia Jakarta, Rabu malam, (06/11/19).

Sebelumnya, Perdana Menteri China mengatakan siap bekerja dengan negara-negara Asia Tenggara untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas jangka panjang Laut China Selatan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan selama tiga tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Huang menyebut Laut China Selatan merupakan sisa-sisa sejarah antara China dan beberapa negara anggrota ASEAN.

“Sisa sejarah ini menjadi rumit pada masa sekarang. Apabila tak dapat diselesaikan dalam satu malam, maka kita harus menghadapinya dengan baik. Kita tak boleh membiarkan perbedaan yang ada menjadi permasalahan,” katanya.

Dia pun berharap agar sasaran penyelesaian kode etik di Laut China Selatan dapat selesai sesuai target dan dapat membantu mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Dalam KTT ke-22 ASEAN-China di Thailand pada 4 November lalu,Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya menumbuhkan kepercayaan strategis untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan.

Menurut Jokowi, saling percaya akan terwujud jika semua pihak mengutamakan dialog dan penyelesaian sengketa secara damai, dan menghormati serta mematuhi hukum internasional termasuk UNCLOS 1982.

Laut China Selatan merupakan wilayah perairan strategis yang berbatasan dengan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

China mengklaim hampir seluruh wilayah perairan itu sebagai bagian dari teritorialnya. Namun, hal itu ditentang oleh negara-negara ASEAN.

Aksi saling klaim sempat menimbulkan ketegangan dan berpotensi memicu konflik, demikian dilaporkan Reuters.[]

Berita Lainnya

Dubes RRC Tuding AS Ingin Rusak Stabilitas Politik Hong Kong

SOKSINEWS.COM, Duta Besar RRC untuk Indonesia Xiao Qian mensinyalir ada keterlibatan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara . . .

Internasional Jumat, 13 Desember 2019

Drone Pengintai-Penyerbu Perlu Dilibatkan Dalam Patroli Perbatasan RI-Malaysia

SOKSINEWS.COM, Kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia ini dibuat usai Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin mengadakan . . .

Internasional Kamis, 12 Desember 2019

Mendag: Perjanjian Kemitraan Indonesia-Korsel Tingkatkan Ekspor Dan Investasi

SOKSINEWS.COM, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang memimpin delegasi misi dagang Indonesia menyampaikan saat ini adalah waktu . . .

Internasional Kamis, 28 November 2019

Indonesia Majukan Resolusi PBB Inklusi Keuangan Dan Sains, Teknologi

SOKSINEWS.COM, Komite II Sidang Majelis Umum PBB yang membawahi isu-isu ekonomi, keuangan, pembangunan, dan lingkungan hidup telah . . .

Internasional Rabu, 27 November 2019

Hindari Bentrokan, Para Pemilih Hong Kong Antre Lebih Pagi Di TPS

SOKSINEWS.COM, Para warga Hong Kong di sejumlah lokasi mengantre lebih awal pada Minggu pagi karena khawatir proses pemungutan . . .

Internasional Minggu, 24 November 2019