Kamis, 14 November 2019

 

 

Internasional

Dubes China Untuk Asean Harap Kode Etik LCS Selesai Tepat Waktu

Abubakar
Kamis, 07 November 2019 09:31 WIB

Dubes China Untuk Asean Harap Kode Etik LCS Selesai Tepat Waktu
Duta Besar China untuk Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Huang Xilian

SOKSINEWS.COM, Duta Besar China untuk Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Huang Xilian, berharap kode etik atau code of conduct untuk Laut China Selatan dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun, sebagaimana telah ditetapkan dalam jadwal yang ditentukan.

“Proses (kode etik) berjalan dengan baik. Kita telah menyelesaikan pembacaan pertama (first reading) dan sudah memulai pembicaraan kedua. Saya berharap dapat selesai dalam waktu tiga tahun sebagaimana dikatakan pimpinan saya sebelumnya,” kata Dubes Huang dalam acara resepsi perpisahan dirinya di Hotel Mulia Jakarta, Rabu malam, (06/11/19).

Sebelumnya, Perdana Menteri China mengatakan siap bekerja dengan negara-negara Asia Tenggara untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas jangka panjang Laut China Selatan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan selama tiga tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Huang menyebut Laut China Selatan merupakan sisa-sisa sejarah antara China dan beberapa negara anggrota ASEAN.

“Sisa sejarah ini menjadi rumit pada masa sekarang. Apabila tak dapat diselesaikan dalam satu malam, maka kita harus menghadapinya dengan baik. Kita tak boleh membiarkan perbedaan yang ada menjadi permasalahan,” katanya.

Dia pun berharap agar sasaran penyelesaian kode etik di Laut China Selatan dapat selesai sesuai target dan dapat membantu mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Dalam KTT ke-22 ASEAN-China di Thailand pada 4 November lalu,Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya menumbuhkan kepercayaan strategis untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan.

Menurut Jokowi, saling percaya akan terwujud jika semua pihak mengutamakan dialog dan penyelesaian sengketa secara damai, dan menghormati serta mematuhi hukum internasional termasuk UNCLOS 1982.

Laut China Selatan merupakan wilayah perairan strategis yang berbatasan dengan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

China mengklaim hampir seluruh wilayah perairan itu sebagai bagian dari teritorialnya. Namun, hal itu ditentang oleh negara-negara ASEAN.

Aksi saling klaim sempat menimbulkan ketegangan dan berpotensi memicu konflik, demikian dilaporkan Reuters.[]

Berita Lainnya

Presiden China XI Undang PM India Modi Kunjungi China lagi

SOKSINEWS.COM, Presiden Cina Xi Jinping mengundang Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mengunjungi China lagi tahun depan . . .

Internasional Kamis, 14 November 2019

Puluhan Ribu Tahanan ISIS Di Suriah Bisa Jadi Bom Waktu

SOKSINEWS.COM, Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat di Suriah timur laut menimbulkan risiko . . .

Internasional Rabu, 13 November 2019

Tabrakan Kereta di Bangladesh Tewaskan 14 Orang

SOKSINEWS.COM, Dua kereta bertabrakkan di Bangladesh Timur pada Selasa (12/11/12) pagi, menewaskan sedikitnya 14 orang dan . . .

Internasional Selasa, 12 November 2019

Menlu Meksiko: Harusnya Tidak Ada Kudeta di Bolivia

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard  menyatakan bahwa negaranya menolak apa yang dianggapnya sebagai . . .

Internasional Senin, 11 November 2019

Suriah Akan Kembali Dibahas 25 November Di Jenewa

SOKSINEWS.COM, Seorang utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pembahasan soal Suriah pada Jumat berjalan lebih baik . . .

Internasional Sabtu, 09 November 2019