Minggu, 17 November 2019

 

 

Nasional

Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan Dua Aktivis Di Labuhanbatu

Abubakar
Jumat, 08 November 2019 15:29 WIB

Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan Dua Aktivis Di Labuhanbatu
Pelaku pembunuhan dua aktivis

SOKSINEWS.COM, Polisi menangkap otak pelaku pembunuhan dua orang aktivis, Maraden Sianipar (55) dan Martua P Siregar (42), yang ternyata pemilik perusahaan perkebunan PT Sei Ali Berombang/Koperasi Serba Usaha Amelia, Wibharry Padmoasmolo, di Kabupaten Labuhanbatu., Sumatera Utara.

Dia menyuruh para eksekutor menghabisi nyawa kedua aktivis tersebut karena dendam terkait konflik lahan perkebunan kelapa sawit di desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto ketika gelar kasus di Mapolda Sumut di Medan, mengatakan Wibharry Padmoasmolo (40) alias Harry merupakan pemilik perusahaan perkebunan yang sudah berkali-kali mengusir dan memperingatkan para penggarap dari kelompok atau grup korban Maraden Sianipar dan siapa saja yang menggarap di perkebunan tersebut. Jumat, (08/11/19). 

"Karena sering terjadi cekcok dengan para penggarap grup Maraden Sianipar, si Wibharry Padmoasmolo ini memerintahkan para eksekutor untuk menghabisinya," katanya.
 
Dari hasil penyelidikan, kepolisian berhasil mengamankan Victor Situmorang alias Pak Revi dan Sabar Hutapea alias Pak Tati di rumah kediaman tersangka di Sei Berombang Panai Hilir, kemudian Daniel Sianturi di rumah saudaranya di desa Janji Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas dan Jampi Hutahaean di kos-kosan Jalan Jamin Ginting Kabanjahe Kabupaten Karo atas keterlibatan mereka dalam peristiwa pembunuhan itu.
 
Para eksekutor dibayar Rp40 juta olehHarry untuk menghabisi kedua aktivis tersebut.
 
Kapolda menambahkan para pelaku pembunuhan memukul menggunakan kayu sepanjang satu meter dan memasukkan mayat Maraden Sianipar dan Martua Siregar ke parit perkebunan.
 
Tiga orang tersangka lainnya yakni Joshua Situmorang (20), Rikky (20) dan Hendrik Simorangkir (38) masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku menghabisi korban karena perebutan lahan. Motif pembunuhan karena dendam terkait konflik lahan perkebunan kelapa sawit di daerah itu.
 
"Para pelaku ini akan diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup sesuai tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 340 subsider 338 junto 55,56 KUHP," katanya.
 
Diketahui, Martua Siregar dan Maraden Sianipar semasa hidup mengadvokasi lahan perkebunan kelompok warga yang sering berkonflik dengan PT SAB/KSU Amelia.
 
Belakangan diketahui, Martua Siregar berkecimpung di bermacam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kewartawanan. Namun, lebih aktif di LSM untuk mengadvokasi kelompok warga terkait konflik lahan perkebunan. Sementara, di bidang kewartawanan kurang digeluti.
 
Sedangkan Maraden Sianipar yang ikut mengadvokasi konflik lahan merupakan mantan calon anggota legislatif tahun 2019-2024 dari Partai Nasdem dapil IV Panai Tengah dan Panai Hilir.[]

Berita Lainnya

Nelayan Bintan Dapat Bantuan 59 Unit Mesin Ketinting Pada Tahun 2019

SOKSINEWS.COM,  Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Isdianto menyebutkan pihaknya selama tahun ini menyerahkan bantuan . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

110.459 WNA Kunjungi Sulut Selama 2019

SOKSINEWS.COM,  Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Manado mencatat sekitar 110.459 orang Warga . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

Kapolda Gorontalo Turut Serta Deklarasi Penolakan Narkoba

SOKSINEWS.COM, Kapolda Gorontalo Brigjen Polisi Wahyu Widada turut serta dalam kegiatan deklarasi penolakan terhadap peredaran . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

Banjir Rendam Lima Kecamatan Di Aceh Barat

SOKSINEWS.COM, Sebanyak 38 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Minggu malam masih terendam air dengan . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

Polisi Amankan Pelaku Pembuangan Bangkai Babi Di Helvetia

SOKSINEWS.COM,  Anggota Polsek Helvetia Polrestabes Medan mengamankan seorang warga daerah setempat atas dugaan membuang . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019