Minggu, 17 November 2019

 

 

Nasional

Bali Fashion Trend 2019 Kampanyekan Busana Ramah Lingkungan

Abubakar
Sabtu, 09 November 2019 02:01 WIB

Bali Fashion Trend 2019 Kampanyekan Busana Ramah Lingkungan
Fashion Trend 2019 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, 7-9 November, salah satunya mengampanyekan busana ramah lingkungan.

SOKSINEWS.COM, Fashion Trend 2019 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, 7-9 November, salah satunya mengampanyekan busana ramah lingkungan, mengingat bumi ini makin rapuh dengan berbagai macam polusi dan barang tak ramah lingkungan.

Chairman Indonesia Fashion Chamber Ali Charisma saat pembukaan Bali Fashion Trend 2019 di Nusa Dua, Kamis (7/11) malam mengaku tergugah menciptakan karya-karya busana yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan bahan yang mudah didaur ulang.

Bahan ramah lingkungan tersebut, antara lain terbuat dari bahan rayon atau serat kayu yang dikenal dengan viscose. Salah satu produsen viscose terbesar di Indonesia adalah Asia Pacific Rayon yang berada di Provinsi Riau.

Menurutnya, bahan viscose tersebut ke depannya akan mengubah gaya hidup berpakaian manusia mengingat bahannya yang ramah lingkungan.

"Suatu saat Indonesia punya 'brand' lokal yang bisa mendunia," kata Ali yang juga merupakan salah satu desainer terkemuka di Tanah Air.

Bali Fashion Trend 2019 ini menampilkan 35 perancang busana dengan beragam koleksi yang bisa disaksikan hingga 9 November 2019.

Sementara itu, Direktur Asia Pacific Rayon Basrie Kamba mengatakan salah satu konsep saat pelaksanaan Bali Fashion Trend 2019 ini adalah busana yang berkelanjutan dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Dia menuturkan saat ini berbusana dengan berbahan ramah lingkungan yang salah satunya menggunakan bahan rayon mulai digemari masyarakat mengingat bahannya yang ringan dan tidak panas di kulit.

Basrie juga mengatakan pihaknya juga menggandeng perusahaan lokal untuk membuat kain berbahan rayon dengan dikombinasikan dengan material lainnya seperti poliester atau katun sehingga menghasilkan kain berkualitas.

"Terus terang belum ada kain yang 100 persen viscose, tapi kombinasinya sudah mulai ada, misalnya sarung 35 persen berbahan viscose dan sisanya poliester," kata mantan jurnalis ini.[]

Berita Lainnya

Nelayan Bintan Dapat Bantuan 59 Unit Mesin Ketinting Pada Tahun 2019

SOKSINEWS.COM,  Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Isdianto menyebutkan pihaknya selama tahun ini menyerahkan bantuan . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

110.459 WNA Kunjungi Sulut Selama 2019

SOKSINEWS.COM,  Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Manado mencatat sekitar 110.459 orang Warga . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

Kapolda Gorontalo Turut Serta Deklarasi Penolakan Narkoba

SOKSINEWS.COM, Kapolda Gorontalo Brigjen Polisi Wahyu Widada turut serta dalam kegiatan deklarasi penolakan terhadap peredaran . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

Banjir Rendam Lima Kecamatan Di Aceh Barat

SOKSINEWS.COM, Sebanyak 38 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Minggu malam masih terendam air dengan . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019

Polisi Amankan Pelaku Pembuangan Bangkai Babi Di Helvetia

SOKSINEWS.COM,  Anggota Polsek Helvetia Polrestabes Medan mengamankan seorang warga daerah setempat atas dugaan membuang . . .

Nasional Minggu, 17 November 2019