Sabtu, 14 Desember 2019

 

 

Ekonomi

Menteri PUPR Tekankan Pentingnya Sinergi Antara Pemerintah-BUMN Lesatkan Digitalisasi Kontruksi

Ahmad Fiqi Purba
Selasa, 12 November 2019 11:39 WIB

Menteri PUPR Tekankan Pentingnya Sinergi Antara Pemerintah-BUMN Lesatkan Digitalisasi Kontruksi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (tengah) dan Dirut Wijaya Karya Tumiyana (kanan tengah) seusai membuka Forum Engineering 10 di Jakarta, Selasa (12/11/2019). ANTARA/M Razi Rahman

SOKSINEWS.COM, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta berbagai lembaga pendidikan dalam rangka melesatkan kinerja digitalisasi konstruksi nasional.

"Titik krusial adalah sinergi pemerintah, BUMN, dan lembaga pendidikan untuk menjadi perintis percepatan ini," kata Basuki Hadimuljono dalam acara Forum Engineering 10 di Jakarta, Selasa (12/11/19).

Menurut dia, sinergi antara tiga pilar tersebut merupakan salah satu faktor untuk mencapai kesuksesan dari percepatan transformasi digital dalam bidang konstruksi di Indonesia.

Menteri PUPR juga berpendapat bahwa integrasi dengan dunia pendidikan menjadi penting karena terdapat berbagai langkah terobosan konstruksi baru seperti pemindahan ibu kota negara.

"Pemindahan ibu kota bukan hanya sekadar memindahkan kantor Kementerian PUPR atau Kemendikbud ke sana. Kita juga mengubah mind set kita, agar bisa menarik talenta global ke ibukota negara sebagai kemajuan peradaban Indonesia ke depan," katanya.

Untuk itu, ujar Menteri Basuki, penting pula bagi berbagai pihak terkait untuk menyiapkan bakat guna mengembangkan kapasitas digital di dunia konstruksi.

Ia mendorong agar pelaku usaha industri konstruksi juga banyak bergaul dengan generasi milenial agar juga dapat up to date atau termutakhirkan dengan kondisi global.

Berdasarkan data dari lembaga konsultan manajemen multinasional McKinsey, sekitar 9 persen, atau sekitar 14 juta warga, dari tenaga kerja di Indonesia pada tahun 2030 mendatang adalah terkait dengan sektor konstruksi.

Untuk itu, Indonesia juga harus dapat menyiapkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi hal tersebut, terutama dalam melakukan link and match antara kurikulum pendidikan dan kondisi dunia kerja.

Sementara itu, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Wika) Tumiyana, sebagai penyelenggara utama dari perhelatan tersebut, menyatakan siap untuk terus membantu memajukan dunia konstruksi nasional.

Berita Lainnya

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Jangan Coba-coba Beli Mobil Mewah Pakai KTP Orang Lain!

SOKSINEWS.COM, Akhir-akhir ini mulai terbongkar modus pemilik mobil mewah memalsukan identitas agar tak kena pajak progresif. . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019