Sabtu, 07 Desember 2019

 

 

Nasional

Bulog Miliki Beras Fortifikasi Atasi Masalah Stunting

Abubakar
Selasa, 12 November 2019 12:49 WIB

Bulog Miliki Beras Fortifikasi Atasi Masalah Stunting
Kepala Perum Bulog Divre NTT, Eko Pranoto kepada Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Lery Rupidara di Kupang

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan bahwa saat ini perusahaan itu sudah menyediakan beras yang mampu mengatasi serta mencegah terjadinya stunting atau kekerdilan khususnya di provinsi itu.

Kepala Perum Bulog Divre NTT, Eko Pranoto kepada Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Lery Rupidara di Kupang, mengatakan bahwa beras yang diberinama beras fortifikasi itu saat ini sudah disiapkan oleh Bulog NTT.  Selasa, (12/11/19). 

"Saat ini produksi beras fortifiikasi masih sedikit saja, karena memang masih dalam sosialisasi," ujarnya.

Ia mengemukakan beras fortifikasi adalah beras penambah zat gizi mikro pada salah satu atau beberapa bahan pangan dengan tujuan meningkatkan nilai gizi bahan pangan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Eko menambahkan bahwa dengan beras fortivikasi itu, makan nasi langsung terintegrasi dengan vitaminnya sehingga masyarakat tidak perlu membeli vitamin tambahan atau terpisah karena langsung berada di beras yang dimasak

Kandungan vitamin yang berada di dalam beras itu adalah berupa vitamin A, B1, B3,B12, Zat Besi, asam folat dan zinc dan bisa dikonsumsi oleh ibu-ibu yang sedang hamil.

Harganya sendiri saat ini untuk di wilayah NTT ujar Eko mencapai Rp21 ribu per kilogramnya, namun ia sendiri sedang mengusulkan agar khusus untuk wilayah NTT sebaiknya beras yang digunakan adalah jenis medium.

"Saat ini harga Rp21 ribu itu karena jenis berasnya adalah beras Premium. Saya sedang usulkan agar jenis berasnya medium khusus untuk NTT," tambah dia.

Karo Ekonomi Setda NTT, Lery Rupidara mengatakan bahwa beras fortivikasi itu sudah pasti akan disambut baik oleh gubernur NTT, karena memang sesuai dengan program pemerintah NTT untuk mengentaskan masalah stunting di daerah tersebut.

"Kita sambut baik hal ini. Kebetulan memang masalah stunting di NTT sangat tinggi dan gubernur NTT dan wakilnya sedang mengentaskan masalah ini. Keberadaan beras ini sudah pasti akan mendapat dukungan dari gubernur," jelas dia.

Ia pun berharap agar Bulog NTT segera menyiapkan lebih banyak beras tersebut untuk nantinya bisa disosialisasikan serta diluncurkan pada HUT NTT pada 20 Desember 2019.[]

NTT

Berita Lainnya

Sumber Masalah yang Menggerogoti PT PANN

SOKSINEWS.COM,  PT PANN tengah menjadi sorotan. Namanya tak pernah terdengar bertahun-tahun, tapi tiba-tiba diusulkan mendapatkan . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Wapres Ma'ruf Amin Mengkritik Luhut, Jangan Gunakan Kantor Kementerian Untuk Bahas Urusan Parpol

SOKSINEWS.COM, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengkritik penggunaan kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaaritiman dan Investasi . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Bertemu Mahfud MD, Menteri BUMN Bahas Radikalisme

SOKSINEWS.COM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD membahas tentang ancaman . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Realisasi Inflasi Sulbar 1,20 Persen

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Enny Anggraeni Anwar mengatakan realisasi inflasi tercatat 1,20 persen di . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Wamenkeu: Bonus Demografi Solusi Atasi Jebakan Pendapatan Menengah

SOKSINEWS.COM, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bonus demografi Indonesia merupakan potensi besar sebagai salah . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019