Kamis, 12 Desember 2019

 

 

Nasional

Sulut Dorong IKM Produksi Minyak Goreng Kelapa Dalam

Abubakar
Rabu, 13 November 2019 13:56 WIB

Sulut Dorong IKM Produksi Minyak Goreng Kelapa Dalam
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara Jenny Karouw di Manado

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) di daerah tersebut agar memproduksi minyak goreng kelapa dalam.

"Kelapa sangat banyak di Sulut, sehingga para IKM tidak akan kekurangan bahan baku," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara Jenny Karouw di Manado, Rabu, (13/11/19).

Jadi, melalui instruksi Gubernur Sulut Olly Dondokambey, bahwa pelaku usaha di Sulut harus memproduksi minyak kelapa dalam.

Selain minyak kelapa dalam merupakan produk yang sehat bagi tubuh, katanya, harga jualnya juga lebih tinggi dibandingkan minyak kelapa sawit.

Kepala Bidang Fasilitasi dan Pengembangan IKM Disperindag Sulut Alwy Pontoh mengatakan saat ini dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, sudah ada beberapa IKM yang mengembangkan minyak goreng dari kelapa tersebut.

Alwy mengatakan saat ini yang mengembangkan produk tersebut adalah IKM dari Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Minahasa.

"Kabupaten kota lain, akan terus didorong, sehingga program Pemerintah Sulut akan produk tersebut bisa berjalan dengan baik," katanya.

Memang, harus diakui ada beberapa kabupaten dan kota yang produksi kelapanya hanya sedikit, sehingga perlu bahan baku dari tempat lain.

Gubernur Olly Dondokambey sangat peduli terhadap petani kelapa dengan memberikan bantuan sebanyak 12 unit mesin produksi minyak kelapa untuk kelompok tani yang akan mengelola industri minyak goreng kelapa pada 2018.

Pada 2019, Pemprov Sulut akan memberikan bantuan dengan jumlah lebih besar, yaitu sebanyak 23 unit mesin beserta tempat pengolahan senilai Rp7 miliar.

"Mesin produksi ini bakal menghasilkan minyak goreng berkualitas baik dan tidak bau tengik sehingga bisa diserap pasar," kata Olly.

Olly mengatakan, pemerintah dapat membuat regulasi dalam rangka meningkatkan penghasilan petani kelapa di Sulut, akan tetapi produk minyak kelapa yang dihasilkan harus bebas bau.

"Mutu minyak kelapa harus ditingkatkan kemudian pemerintah membuat regulasi," ucap Olly.

Lanjut Olly, mesin produksi minyak kelapa ini dibagikan khusus untuk kelompok tani karena minyak kelapa tidak bisa diproduksi secara massal.

Selain pemberian mesin produksi minyak goreng kelapa, Olly menyebut langkah lain yang dilakukan Pemprov Sulut untuk meningkatkan nilai jual produk turunan dari kelapa, yaitu mengadakan pertemuan yang diikuti seluruh daerah penghasil kelapa di Indonesia.[]

Berita Lainnya

Warga Gusuran Rumah Deret Tamansari: Aksi Satpol PP Ilegal!

SOKSINEWS.COM, Sejumlah warga menolak eksekusi lahan untuk proyek rumah deret Tamansari, Kota Bandung. Warga menilai, eksekusi . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Anggap Dukungan Sebagai Utang, Gibran: Saya Ganti Dengan Kebijakan

SOKSINEWS.COM, Gibran Rakabuming Raka sudah resmi mendaftar sebagai calon wali kota Solo periode 2020-2025. Gibran mengucapkan . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Ketua MPR Dorong Pemerintah Akselerasi Pembangunan SDM

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk segera mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM). . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Pengamat Prediksi Muktamar PPP Tidak Akan Terjadi Dualisme Kepemimpinan

SOKSINEWS.COM, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno memprediksi Partai Persatuan Pembangunan tidak akan mengalami . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019

Bos KAI Prediksi Kenaikan Penumpang 4 Persen Selama Nataru

SOKSINEWS.COM, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru . . .

Nasional Kamis, 12 Desember 2019