Rabu, 23 September 2020

 

 

Nasional

KPK Kembali Panggil Anggota DPRD Sumut Akbar Buchari

Abubakar
Kamis, 14 November 2019 11:20 WIB

KPK Kembali Panggil Anggota DPRD Sumut Akbar Buchari
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil anggota DPRD Sumatera Utara 2019-2024 dari Fraksi Golkar Akbar Himawan Buchari dalam penyidikan kasus suap terkait proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

Akbar dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari (IAN).

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IAN terkait tindak pidana korupsi suap proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, (14/11/19).

Selain Akbar, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Isa, yakni Kepala Bagian Perlengkapan dan Layanan Pengadaan Setda Kota Medan Syarifuddin Dongoran serta dua orang dari unsur swasta masing-masing Muhammad Khairul dan I Ketut Yada.

Sebelumnya, KPK pada Kamis (31/10) juga telah memanggil Akbar.

"Namun, yang bersangkutan tidak datang karena sedang berada di Malaysia dengan alasan berobat," ungkap Febri.

Untuk diketahui, KPK juga telah mencegah Akbar ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung sejak 5 November 2019 dalam penyidikan kasus tersebut.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK pada Kamis (31/10) juga telah menggeledah rumah Akbar di Kota Medan.

KPK pada Rabu (16/10) telah menetapkan Dzulmi sebagai tersangka dugaan penerimaan suap bersama dua orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari (IAN) dan Kepala Bagian Protokoler kota Medan Syamsul Fitri Siregar (SFI).

Dzulmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Medan bersama dengan Syamsul Fitri Siregar, Isa Ansyari, ajudan Wali Kota Medan Aidiel Putra Pratama, dan Sultan Sholahuddin pada Selasa (15/10).

Dalam perkara ini, Dzulmi diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari.

Pertama, Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Pemberian kedua terkait dengan perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang yang juga membawa keluarganya.[]

Berita Lainnya

Apa Pergantian Cuaca Berpengaruh pada Penyebaran COVID-19?

SOKSINEWS.COM, Pergantian cuaca dari musim panas ke musim hujan saat ini menimbulakan kekhawatiran memperparah penyebaran virus . . .

Nasional Rabu, 23 September 2020

Anggota Komisi XI Sarmuji Sebut Tren Perekonomian Indonesia Mulai Membaik

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji mengatakan, secara teknis Indonesia memang berkemungkinan . . .

Nasional Rabu, 23 September 2020

Di Depan Sidang Umum PBB, Jokowi Ingatkan Palestina Belum Merdeka

SOKSINEWS.COM, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB pada Rabu . . .

Nasional Rabu, 23 September 2020

Mendagri Gandeng Sekjen Parpol Pastikan Pilkada Aman dari Covid-19

SOKSINEWS.COM, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggandeng para Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Politik (Parpol) . . .

Nasional Rabu, 23 September 2020

Golkar Kabupaten Belitung Gelar Musda ke-10 pada 27 September

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Belitung akan menggelar musyawarah daerah (Musda) X Partai . . .

Nasional Rabu, 23 September 2020