Rabu, 22 November 2017 -

 

 

Waspadai Penuluran Flu Burung ke Manusia, Kemenkes Siapkan Satu Juta Dosis Obat

Nasional  -  Selasa, 29 Maret 2016, 15:00 WIB
Penulis. Selvia

(Foto: Omediapc.com)

JAKARTA, Ditemukannya unggas yang mati mendadak dalam jumlah relatif besar, membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewaspadai penyebaran virus H5N1 atau flu burung. Kemenkes menyiapkan satu juta dosis obat Oseltamifir atau obat antivirus influenza untuk menangani penularan flu burung dari unggas ke manusia.

"Obat sudah disiapkan, akan ada lagi satu juta dosis yang disiapkan. Saat ini dosis sekitar 5.000 cukup karena belum ada penularan ke manusia. Namun, kita tetap waspada," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang, Senin (28/3/2016).

Kemenkes bersama Kementerian Pertanian berkoordinasi, untuk memetakan beberapa provinsi yang ditemukan terdampak flu burung.

Hingga saat ini, Kemenkes mencatat persebaran kasus H5N1 terdapat di 17 kabupaten/kota di provinsi Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta.

"Kasusnya makin menurun dari tahun 2012 hingga 2015 kasusnya dua sakit, dua kematian. Kita fokuskan tahun ini tidak boleh ada yang sakit, apalagi meninggal," kata Vensya, seperti dikutip dari inilah.com (29/3/2016).

Penularan flu burung terhadap manusia, dapat terjadi melalui feses atau kotoran unggas. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan pisau yang sama untuk menyembelih ayam yang terdapat virus H5N1, kemudian dipakai memotong ke unggas lain yang sehat.

Beberapa gejala flu burung yang perlu diwaspadai adalah demam di atas 38 Celsius, batuk, dan sakit tenggorokan, terutama pada warga yang mempunyai faktor risiko, seperti kontak dengan unggas sakit atau mati, mengolah unggas dan produk unggas (telur), serta kontak dengan kotoran unggas.[]

Kesehatan FluBurung

 

 

Baca Juga