Minggu, 20 September 2020

 

 

Ekonomi

Kemenkeu Akan Bayar Premi Asuransi Barang Negara RP21 Miliar

Abubakar
Jumat, 22 November 2019 17:12 WIB

Kemenkeu Akan Bayar Premi Asuransi Barang Negara RP21 Miliar
Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

SOKSINEWS.COM, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membayarkan premi yang diperkirakan mencapai Rp21 miliar untuk tahun pertama asuransi 1.360 gedung yang masuk barang milik negara (BMN) di lingkungan kementeriannya.

"Anggarannya sudah ada dari APBN," kata Direktur BMN Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Encep Sudarwan di Jakarta, Jumat, (22/11/19).

Menurut dia, jumlah premi itu berdasarkan rumus penghitungan 1.961 per seribu dikali nilai aset 1.360 gedung tersebut yang mencapai Rp10,84 triliun.

Setelah dibayar, rencananya minggu depan polis asuransi itu akan diserahkan 56 perusahaan asuransi yang tergabung dalam konsorsium asuransi BMN kepada Kementerian Keuangan.

Gedung Kementerian Keuangan akan menjadi proyek percontohan asuransi BMN pertama yang diterapkan dan ditargetkan hingga 2023 seluruh gedung BMN kementerian/lembaga Tanah Air diasuransikan.

Sementara itu, Dirjen DJKN Isa Rachmatarwata menjelaskan regulasi asuransi itu sudah diatur dalam Undang-Undang APBN Tahun 2019.

Mekanismenya, lanjut dia, apabila terjadi musibah maka klaim akan masuk dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dicatatkan dalam laporan keuangan pemerintah.

Dengan begitu, apabila ada musibah seperti bencana alam, terorisme, kerusuhan hingga tertimpa akibat kecelakaan pesawat, maka proses rehabilitasi aset negara itu bisa dipercepat.

"Kalau terjadi musibah, maka Kemenkeu akan klaim, uang akan cair, masuk ke kas negara sebagai PNBP, tidak perlu lagi ada perencanaan, itu sudah langsung otomatis untuk bangun kembali gedung yang sama," katanya.

Sebelum ada asuransi, pemerintah menggunakan dana bencana yang besarannya bervariasi.

Apabila jumlahnya melebihi alokasi, maka pemerintah harus melakukan penganggaran kembali sehingga membutuhkan waktu yang lama sehingga berpengaruh kepada pelayanan publik.[]

Berita Lainnya

Kabar Gembira, Perekonomian Indonesia Mulai Merangkak Naik

SOKSINEWS.COM, Sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19. . . .

Ekonomi Rabu, 02 September 2020

Ternyata Ini Penyebab Pertamina Merugi Rp 11 Triliun

SOKSINEWS.COM, Terdapat tiga faktor penyebab Pertamina merugi hingga Rp11,13 triliun pada semester I-2020. Salah satunya karena . . .

Ekonomi Selasa, 01 September 2020

Gubernur BI Beberkan 3 Cara Majukan UMKM di Era Digital

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga cara memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai . . .

Ekonomi Jumat, 28 Agustus 2020

Kemenperin Dorong Pembangunan Pabrik Gula Terintegrasi Lahan Tebu

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perindustrian terus mendorong pembangunan pabrik gula baru yang terintegrasi lahan tebu. Pabrik baru . . .

Ekonomi Kamis, 27 Agustus 2020

Pembangunan Infrastruktur Jadi Strategi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Nasional

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi . . .

Ekonomi Selasa, 25 Agustus 2020