Sabtu, 25 Januari 2020

 

 

Ekonomi

Pertamina EP Raih Penghargaan Keselamatan Kerja Migas

Abubakar
Rabu, 27 November 2019 12:40 WIB

Pertamina EP Raih Penghargaan Keselamatan Kerja Migas
PT Pertamina EP Asset 4 dan Asset 3 berhasil meraih penghargaan Patra Nirbhaya Karya tentang keselamatan kerja migas yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

SOKSINEWS.COM, PT Pertamina EP Asset 4 dan Asset 3 berhasil meraih penghargaan Patra Nirbhaya Karya tentang keselamatan kerja migas yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Operasi PT Pertamina EP Chalid Said Salim mengatakan pengelolaan aset operasi yang optimal, efektif dan efisien sangat penting untuk keberlanjutan kegiatan Hulu Pertamina di manapun.

"Hal ini agar memperoleh kepercayaan dari stakeholders dan dukungan masyarakat sekitar daerah operasi," ujar Chalid dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, (27/11/19).

Menurut Chalid, penerapan komitmen keselamatan kegiatan operasional Pertamina EP selalu mengacu pada kaidah-kaidah keteknikan yang baik dan keselamatan operasi migas yang mencakup keselamatan pekerja, masyarakat umum, instalasi dan lingkungan.

Penganugerahan Patra Nirbhaya Karya diselenggarakan di Hotel JS Luwansa, Selasa (26/11). Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto didampingi Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM Adhi Wibowo kepada 78 pemenang dari 69 badan usaha hulu dan hilir migas.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas M. Hidayat, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso dan Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Hufron Asrofi.

Adhi Wibowo dalam laporannya menyatakan, pemberian Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.35 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.36 Tahun 2004 dan mengacu pada Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 516 K/38/M.PE/89.

"Pemberian Penghargaan Keselamatan Kerja Migas adalah dalam rangka pembinaan dan dimaksudkan untuk memberikan apresiasi terhadap keberhasilan suatu perusahaan dalam menjamin kelangsungan keselamatan kerja di kegiatan usaha minyak dan gas bumi," ungkapnya.

Penghargaan bidang keselamatan migas Patra Nirbaya Karya diberikan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan jenis usaha eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga dengan tingkatan Utama, Madya dan Pratama yang berprestasi tanpa kehilangan jam kerja sebagai akibat kecelakaan dalam periode waktu tertentu serta memenuhi kriteria lainnya yang telah ditetapkan oleh tim penilai.

Sementara penghargaan dengan kategori Patra Karya adalah penghargaan tertinggi dari keselamatan migas yang diberikan kepada KKKS dan Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Hilir dengan manajemen keselamatan migas yang memiliki nilai baik, dengan menggunakan dasar penilaian meliputi leading indicator (dengan bobot 60 persen) dan lagging indicator (dengan bobot 40 persen).

Djoko Siswanto mengapresiasi prestasi yang dicapai para KKKS dan badan usaha untuk menjaga keselamatan dalam kegiatan usahanya. Kementerian ESDM, kata dia, memiliki komitmen yang kuat dalam rangka mewujudkan pengelolaan dan pemanfaatan minyak dan gas bumi yang mengutamakan aspek kualitas dan keselamatan operasi migas.

"Kami dari Ditjen Migas terus melakukan pembinaan terhadap keselamatan migas. Safety itu harus ada dan menjadi tanggung jawab masing-masing karena jika terjadi kecelakaan, tidak hanya merugikan diri sendiri, perusahaan, tetapi juga lingkungan sekitar," ujarnya.

Djoko Siswanto juga mengharapkan agar pengetahuan dan semangat serta kesadaran mengenai keselamatan ini, dapat ditularkan ke lingkungan sekitar pekerja migas.

"Semoga budaya safety ini bisa ditularkan ke lingkungan sekitar karena kadang-kadang kecelakaan itu disebabkan lingkungan sekitar kita yang belum mengerti tentang safety. Misalnya, pihak-pihak yang melakukan illegal drilling karena ketidaktahuannya bahwa hal tersebut sangat membahayakan," kata Djoko.[]

Berita Lainnya

Sri Mulyani Sebut Devisit APBD 2019 RP353 Triliun

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari . . .

Ekonomi Selasa, 07 Januari 2020

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019