Minggu, 09 Agustus 2020

 

 

Internasional

Indonesia Majukan Resolusi PBB Inklusi Keuangan Dan Sains, Teknologi

Abubakar
Rabu, 27 November 2019 12:42 WIB

Indonesia Majukan Resolusi PBB Inklusi Keuangan Dan Sains, Teknologi
Komite II Sidang Majelis Umum PBB

SOKSINEWS.COM, Komite II Sidang Majelis Umum PBB yang membawahi isu-isu ekonomi, keuangan, pembangunan, dan lingkungan hidup telah mengadopsi 22 rancangan resolusi yang diajukan oleh "Group of 77 and China" (G-77).

G-77 merupakan koalisi yang beranggotakan 135 negara berkembang dan saat ini diketuai oleh Palestina.

Indonesia berperan sentral selama proses negosiasi di Komite II sebagai fasilitator untuk resolusi mengenai inklusi keuangan dan sebagai negosiator/koordinator G-77 untuk resolusi mengenai sains, teknologi dan inovasi.

Dengan perjuangan tinggi, kedua resolusi berhasil disahkan dengan kesepakatan seluruh anggota PBB (konsensus) pada Sidang Pleno Komite II SMU PBB.

"Peran aktif Indonesia di Komite II mencerminkan komitmen pemerintah RI untuk memajukan tidak hanya kepentingan nasional, melainkan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di PBB di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan," kata Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Duta Besar Dian Triansyah Djani dalam keterangan tertulis, Rabu, (27/11/19).

Sebagai fasilitator mengenai resolusi inklusi keuangan, Indonesia memimpin dan memfasilitasi negosiasi antara seluruh negara anggota PBB dan kelompok negosiasi di PBB, seperti G-77, Uni Eropa dan CANZ (Kanada, Australia dan Selandia Baru).

Resolusi tersebut mendorong peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat dan pengembangan inovasi digital di sektor keuangan.

Selain itu, Indonesia, bersama dengan Thailand, juga berperan sebagai koordinator dari G-77 untuk resolusi mengenai sains, teknologi, dan inovasi (STI) untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di bidang STI, khususnya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Resolusi STI memuat berbagai elemen yang sejalan dengan kepentingan negara berkembang, antara lain, kerja sama internasional di bidang peningkatan kapasitas, berbagi pengetahuan dan alih teknologi, serta menggarisbawahi pentingnya peningkatan pendanaan di bidang STI.[]

Berita Lainnya

Sebanyak 105 Kasus Baru COVID-19 di China, Termasuk 96 Di Xinjiang

SOKSINEWS.COM, China melaporkan 105 kasus baru COVID-19 pada Rabu (29/7), yang naik dari 101 kasus sehari sebelumnya, menurut . . .

Internasional Kamis, 30 Juli 2020

Pemain musik meriahkan suasana Ramadhan di Yerusalem

SOKSINEWS.COM, Pemain musik memeriahkan suasana Ramadhan di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, dengan menyanyikan lagu-lagu bertema . . .

Internasional Senin, 04 Mei 2020

WHO Ingin Berpartisipasi dalam Penyelidikan Virus Corona yang Dilakukan China

SOKSINEWS.COM, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Jumat (1/5/2020) bahwa pihak mereka berharap China mengundang mereka . . .

Internasional Sabtu, 02 Mei 2020

Dilanda Lockdown Corona, Dunia Catat Rekor Terendah Emisi CO2

SOKSINEWS.COM, Upaya peredaman pandemi Covid-19 akan menyebabkan emisi energi global turun delapan persen tahun ini, karena turunnya . . .

Internasional Jumat, 01 Mei 2020

Vetnam Sebut Wabah Corona Bisa Berdampak Pada Produk Anyar Samsung

SOKSINEWS.COM, Sektor manufaktur Vietnam terkena imbas dari wabah virus corona, COVID-19, khususnya berupa gangguan rantai pasokan . . .

Internasional Jumat, 21 Februari 2020