Selasa, 21 Januari 2020

 

 

Internasional

Indonesia Majukan Resolusi PBB Inklusi Keuangan Dan Sains, Teknologi

Abubakar
Rabu, 27 November 2019 12:42 WIB

Indonesia Majukan Resolusi PBB Inklusi Keuangan Dan Sains, Teknologi
Komite II Sidang Majelis Umum PBB

SOKSINEWS.COM, Komite II Sidang Majelis Umum PBB yang membawahi isu-isu ekonomi, keuangan, pembangunan, dan lingkungan hidup telah mengadopsi 22 rancangan resolusi yang diajukan oleh "Group of 77 and China" (G-77).

G-77 merupakan koalisi yang beranggotakan 135 negara berkembang dan saat ini diketuai oleh Palestina.

Indonesia berperan sentral selama proses negosiasi di Komite II sebagai fasilitator untuk resolusi mengenai inklusi keuangan dan sebagai negosiator/koordinator G-77 untuk resolusi mengenai sains, teknologi dan inovasi.

Dengan perjuangan tinggi, kedua resolusi berhasil disahkan dengan kesepakatan seluruh anggota PBB (konsensus) pada Sidang Pleno Komite II SMU PBB.

"Peran aktif Indonesia di Komite II mencerminkan komitmen pemerintah RI untuk memajukan tidak hanya kepentingan nasional, melainkan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di PBB di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan," kata Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Duta Besar Dian Triansyah Djani dalam keterangan tertulis, Rabu, (27/11/19).

Sebagai fasilitator mengenai resolusi inklusi keuangan, Indonesia memimpin dan memfasilitasi negosiasi antara seluruh negara anggota PBB dan kelompok negosiasi di PBB, seperti G-77, Uni Eropa dan CANZ (Kanada, Australia dan Selandia Baru).

Resolusi tersebut mendorong peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat dan pengembangan inovasi digital di sektor keuangan.

Selain itu, Indonesia, bersama dengan Thailand, juga berperan sebagai koordinator dari G-77 untuk resolusi mengenai sains, teknologi, dan inovasi (STI) untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di bidang STI, khususnya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Resolusi STI memuat berbagai elemen yang sejalan dengan kepentingan negara berkembang, antara lain, kerja sama internasional di bidang peningkatan kapasitas, berbagi pengetahuan dan alih teknologi, serta menggarisbawahi pentingnya peningkatan pendanaan di bidang STI.[]

Berita Lainnya

Dubes RRC Tuding AS Ingin Rusak Stabilitas Politik Hong Kong

SOKSINEWS.COM, Duta Besar RRC untuk Indonesia Xiao Qian mensinyalir ada keterlibatan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara . . .

Internasional Jumat, 13 Desember 2019

Drone Pengintai-Penyerbu Perlu Dilibatkan Dalam Patroli Perbatasan RI-Malaysia

SOKSINEWS.COM, Kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia ini dibuat usai Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin mengadakan . . .

Internasional Kamis, 12 Desember 2019

Mendag: Perjanjian Kemitraan Indonesia-Korsel Tingkatkan Ekspor Dan Investasi

SOKSINEWS.COM, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang memimpin delegasi misi dagang Indonesia menyampaikan saat ini adalah waktu . . .

Internasional Kamis, 28 November 2019

Indonesia Majukan Resolusi PBB Inklusi Keuangan Dan Sains, Teknologi

SOKSINEWS.COM, Komite II Sidang Majelis Umum PBB yang membawahi isu-isu ekonomi, keuangan, pembangunan, dan lingkungan hidup telah . . .

Internasional Rabu, 27 November 2019

Hindari Bentrokan, Para Pemilih Hong Kong Antre Lebih Pagi Di TPS

SOKSINEWS.COM, Para warga Hong Kong di sejumlah lokasi mengantre lebih awal pada Minggu pagi karena khawatir proses pemungutan . . .

Internasional Minggu, 24 November 2019